Surabaya, BeritaTKP.com – Penyebab dibalik tewasnya remaja pria berusia 19 tahun di Jalan Ahmad Yani 116, tepatnya dekat dengan dekat RS Bhayangkara Polda Jatim, akhirnya terungkap. Korban bernama Muhammad Iqbal Firdaus, tersebut bukan meninggal sebab dibunuh oleh begal, melainkan terlibat trek-trekan lalu menabrak bodi belakang sebuah truk.
Fakta tersebut terungkap setelah polisi menemukan handphone warga asal Jalan Dukuh Kupang Barat VII tersebut. Di dalam handphone tersebut, terekam detik-detik mengerikan saat motor Honda PCX yang dikendarai korban melaju kencang, balapan dengan motor lain. Rekaman berhenti setelah motor MI menabrak bodi truk.
“Pada saat ini saya tegaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan lalu lintas,” tegas Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman saat merilis kasus itu, Senin (3/4/2022) kemarin malam.

Isi dari hp tersebut menjadi petunjuk paling penting yang dimiliki kepolisian untuk mengungkap kematian korban. Bahkan, para rekan-rekan media hanya dipertontonkan sekilas, tanpa bopeh merekam ulang kecelakaan tragis tersebut.
Arif mengakui, sebelum rekaman tersebut ditemukan memang timbul berbagai macam asumsi. Terutama saat motor dan barang berharga korban tidak ada di TKP saat petugas pertama kali datang mengevakuasi.
Tim gabungan dari Sat Lantas dan Sat Reskrim Polrestabes Surabaya kemudian melakukan penyelidikan. TKP kembali disisir. Hasilnya, HP korban ditemukan sekitar 10 meter dari TKP. HP tersebut terpental dari motor korban setelah menabrak truk.
“Baru kami mendapatkan bukti otentik, pertama dari CCTV yang tersebar disepanjang Jalan Ahmad Yani, mulai dari Waru sampai mendekati Mapolda Jatim. Korban mengendarai kendaraannya sendiri dan kami juga mendapatkan bukti lagi yang cukup jelas yaitu dari HP korban yang sengaja dipasang di stang motor. Ini mereka aksi kebut-kebutan,” ungkap Arif.
Korban kebut-kebutan dengan motor lain yang tak kalah cepat lajunya dengan motor korban. “Korban memacu kendaraannya dengan sangat kencang, kecepatan terakhir kami perkirakan sesuai dalam video ini sekitar 140 km per jam.” Mengapa?Karena di kanan kirinya ada juga kendaraan roda dua yang memacu dengan kecepatan tinggi.
Di akhir video rekaman tersebut, terlihat motor yang menabrak truk. Namun tak diketahui berapa nopol truk tersebut. “Korban tidak bisa menguasai kendaraannya dan tidak berkonsentrasi, menabrak, saya ulangi, menabrak kendaraan angkutan barang jenis truk. Nopol (truk) kami selidiki, setelah itu terpental, rekaman berakhir,” tandas perwira polisi dengan dua melati di pundak tersebut. (Din/RED)





