Jombang, BeritaTKP.com – Seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) berinisial ABU (9), ditemukan tewas di dalam saluran irigasi Desa Mentaos, Kecamatan Gudo, pada Senin (3/4/2023) kemarin.

Kepala Desa Mentaos, Moh Soleh mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh Landari (50), petani setempat. Dduga kuat, korban terpeleset dan jatuh ke saluran dan tenggelam sebab tak bisa berenang. “Diketahuinya itu sekitar pukul 16.20 an tadi, yang tahu juga petani pemilik sawah itu,” terang M Soleh.

Kawasan saluran irigasi dimana jenazah ABU (9) ditemukan tewas.

Soleh menyebut, ketika ditemukan, jasad ABU dalam posisi mengapung dengan posisi tengkurap di saluran irigasi. Terlihat dari atas, korban masih mengenakan celana jin pendek dan kaus hijau lengan pendek. “Posisinya tengkurap, ditemukannya di saluran air, sekitar 400 meter dari balai desa dan sudah meninggal waktu ditemukan,” lanjutnya.

Penemuan ini kemudian dilaporkan oleh Soleh kepada Polsek Gudo dan direspon oleh Polres Jombang. Sehingga Tim Inafis Polres Jombang datang ke lokasi melakukan olah TKP. “Jadi benar, jenazah tadi sudah dievakuasi, dia statusnya masih anak di bawah umur, rumahnya di desa tetangga dari Desa Mentaos itu,” terang Kapolsek Gudo, AKP Kamdani.

Ia menyebut, usai dievakuasi dari dalam saluran air, jenazah itu, kemudian dilakukan visum luar. Hasilnya, ia menyebut tak ditemukan bekas tanda penganiayaan di tubuh korban. “Kematiannya wajar, diduga terpeleset dan epilepsinya kumat,” imbuhnya.

Korban sendiri tergolong anak berkebutuhan khusus yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD). Korban merupakan warga asal Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Korban mengalami gangguan mental dan epilepsi hingga tumbuh kembangnya tak normal. “Korban ini memang seringkali main sendirian, menurut keluarganya dia ini suka lihat orang membajak sawah memang,” lontarnya.

Kamdani menerangkan, tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh korban. Ia menduga anak laki-laki tersebut mengalami epilepsi, lalu tercebur ke saluran irigasi sampai tewas tenggelam. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya busa dari dalam hidung korban.

Karena keluarga korban menyatakan ikhlas, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan. “Sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (Din/RED)