Nganjuk, BeritaTKP Com – Sedekah Bumi Dusun Kandangan, Desa Kedungrejo, Kec. Tanjunganom, Kab. Nganjuk dengan mempersembahkan pertunjukan Seni Reog Gembong Asmoro yang digelar pada Jum’at, 3 Juli 2026 pagi dan sehabis Sholat Jum’at di lanjutkan kembali sampai usai pukul 17′ 10 Wib. dengan suasana aman .

Seperti yang sudah menjadi kebiasaan, sebelumnya pada pukul 08’25 Wib. diawali dengan ” Selamatan berupa Berkatan ” bertempat di Perempatan Beringin Kandangan yang dihadiri pula oleh Aparat Desa yaitu Carik Kedungrejo bernama Bambang Setyoko, lalu sehabis itu dimulailah acara Seni Reog Gembong Asmoro milik Lambang Hermawan dari Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kec. Tanjunganom, Kab. Nganjuk yang dengan jumlah personilnya sekitar 20 an ini mampu menghibur masyarakat Dusun Kandangan dengan senang dan gembira .

Menurut adat istiadat semenjak dahulu jika Seni Reog adalah sebagai pertumjukan yang sangat digemari oleh Danyangnya ( Cikal Bakal Dusun ) sehingga bilamana mengadakan Sedekah Bumi tak pernah meninggalkan budaya ini yang tergolong dikeramatkan, jika tidak maka dibelakang hari akan ada musibah yang menimpa warga, hal ini karena sudah menjadi kepercayaan dan keyakinan penduduk, oleh masyarakat maka tradisi tersebut disakralkan serta terus dilestarikan karena warga meyakini dan takut akan bisa mendatangkan petaka yang tak di inginkan nantinya ” ucap beberapa warga ” .

Perangkat Desa bernama Yulianto ( Jogotirto ) yang berkediamam di Dusun Kandangan berkata bilamana tontonan Seni Reog adalah niatan hajatan Dusun yaitu sebuah tradisi setiap tahun yang dilaksanakan oleh masyarakat kita dan berikutnya masih ada acara kecil kecilan besuk hari Sabtu Sound Miniatur dan hari Minggunya ada Karnaval yang akan diselenggarakan, acara ini tadi Pak Babinsa dan Pak Babinkamtibmas juga hadir mendampingi ” ucapnya ” .

Ketua PEPIJAR ( Paguyuban Pelestari Seni Jaranan dan Reog ) Kab. Nganjuk Ebit Widiyantoro pada hari yang sama mengatakan dengan adanya pagelaran Seni Reog pada Nyadran di Dusun Kandangan ini debagai pandangan maka berharap agar pihak Pemerintah Daerah khususnya turut memikirkan tentang pelestarian budaya agar bisa lebih berkembang lebih pesat lagi, mestinya bahwa Pemda harus memberikan ruang utama untuk yang bernilai “Seni dan Budaya ” karena bagaimanapun menyangkut martabat bangsa kita .

Selanjutnya mengenai peijinannya harus dipermudah dan diperingan, seperti yang telah diucapkan dari pihak Kepolisian sewaktu Hearing di Gedung Dewan dulu, karena disini tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan . Disisi lain Ketua Pepijar juga berharap atas kerjasamanya dari semua elemen untuk mendukungnya karena ini budaya warisan leluhur yang menyangkut harkat dan martabat bangsa kita . ( tut )