Pasuruan, BeritaTKP.com – Seorang santri bernama Wildan Al Farizi (12) di Pasuruan tewas tertabrak kereta api usai salat Jum’at saat bermain bersama dengan dua orang temannya.
Bocah asal Desa Lowokjati, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang tersebut diketahui merupakan santri yang sedang mondok di Ponpes Ngalah Sengon Agung, Kecamatan Purwosari. Korban tewas setelah tertabrak kereta api Ketel Pertamina jurusan Malang – Surabaya di lintasan rel KM 21+2, Dusun Pandean, Desa Sengonagung sekitar pukul 13.00 WIB.

AKP Sawu Supriatna, Kapolsek Purwosari menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban sedang bermain bersama teman-temannya usai melaksanakan sholat Jumat di Masjid Ponpes setempat. “Selesai sholat Jumat di masjid asrama Pondok, korban bersama dua temannya bermain di sekitar lokasi kejadian,” kata AKP Sawu.
Saat bermain di dekat perlintasan kereta api itu, lanjutnya, tiba-tiba kereta Ketel Pertamina jurusan Malang – Surabaya itu melaju. Sementara, dua temannya yang ikut bersamanya berhasil menepi. “Korban sempat diteriaki dua teman lainnya agar menepi. Namun korban hanya tertegun di tengah rel,” tuturnya.
Alhasil, bocah itu tertabrak kereta hingga terpental kurang lebih 15 meter dari tempat kejadian. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian dan dibawa ke RSUD Bangil. (Din/RED)





