MOJOKERTO, BeritaTKP – Ledakan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puri Medali, Kabupaten Mojokerto, berujung duka. Salah satu teknisi yang mengalami luka bakar serius akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama tujuh hari.

Korban bernama Edi Suyanto (55), warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, meninggal dunia pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Edi sebelumnya mendapat perawatan di RS Gatoel Mojokerto sebelum dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen. Kondisi tersebut membuat korban harus menjalani perawatan intensif hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Edi kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di pemakaman Dusun Kalijaring.

Berada di Lokasi untuk Perbaikan Instalasi Gas

Edi diketahui merupakan pemilik PT Energi Alam Utama, perusahaan yang menjadi pemasok gas elpiji untuk SPPG Puri Medali.

Namun, saat kejadian, Edi berada di lokasi bukan sebagai pengelola SPPG. Ia datang bersama dua teknisi lainnya untuk melakukan perbaikan instalasi gas setelah pihak SPPG melaporkan adanya persoalan pada instalasi tersebut.

“Dia sebagai mitra, tidak ada kaitannya dengan SPPG. Posisi kebakaran itu memang yang bersangkutan sedang melaksanakan pekerjaannya,” kata Andi.

Dua teknisi lainnya, Piter Nando (36) dan Kwin Lan (48), juga mengalami luka bakar dalam insiden tersebut. Piter dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 63 persen, sedangkan Kwin sekitar 45 persen.

Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG turut mengalami luka setelah tertimpa bagian plafon yang runtuh akibat ledakan.

Ledakan Disusul Kebakaran

Peristiwa terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, tiga teknisi tengah memperbaiki instalasi gas elpiji di SPPG Puri Medali.

Ledakan kemudian disusul kebakaran yang menghanguskan bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Sejumlah bagian bangunan juga mengalami kerusakan hingga atap beberapa ruangan ambruk.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua unit kendaraan untuk menangani kobaran api. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, operasional SPPG Puri Medali dihentikan sementara. Penyediaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kemudian dialihkan ke sejumlah SPPG lain di sekitar wilayah tersebut.

Polisi Masih Menunggu Hasil Labfor

Polres Mojokerto masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Olah tempat kejadian perkara dilakukan dengan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur dan Inafis Satreskrim Polres Mojokerto.

Polisi juga masih memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam insiden tersebut.

“Kami melakukan pendalaman untuk betul-betul memastikan ada tindak pidana atau tidak dalam kebakaran itu,” ujar Andi.

Hingga Kamis (20/8), hasil pemeriksaan Labfor belum diterima penyidik. Polisi juga belum menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam insiden tersebut.

Pemeriksaan masih dilakukan di lokasi kejadian dan penyidik belum memanggil pihak tertentu secara khusus ke Polres Mojokerto.

Diminta Jadi Bahan Evaluasi

Pemerintah Kabupaten Mojokerto turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Edi Suyanto. Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko meminta insiden tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait aspek keselamatan di SPPG.

“Ke depan jangan sampai kejadian ini terulang kembali, termasuk untuk SPPG lainnya,” ujarnya.

SPPG Puri Medali sendiri memiliki kapasitas sekitar 3.700 porsi MBG per hari. Setelah insiden ledakan, pelayanan sementara dialihkan ke SPPG lain hingga kondisi dan keamanan fasilitas tersebut dipastikan.(æ/red)