SUMBA BARAT, NTT – Aksi warga menggeruduk Mapolres Sumba Barat terjadi setelah seorang pria berinisial JT (39) meninggal dunia usai ditembak polisi saat proses penangkapan terkait dugaan kasus pencurian ternak.

Massa datang sambil membawa jenazah JT dan melakukan aksi protes. Dalam kejadian tersebut, sejumlah fasilitas Mapolres Sumba Barat mengalami kerusakan dan satu mobil dinas Polri dibakar.

Peristiwa penembakan terjadi pada Selasa (15/9/2026) pagi di kediaman JT, Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra menjelaskan, kejadian bermula saat tim gabungan Polres Sumba Barat menangkap dua pelaku pencurian dan kekerasan berinisial ASBL dan KY sekitar pukul 02.00 WITA.

Dari hasil pemeriksaan kedua pelaku, polisi mendapatkan informasi mengenai keterlibatan dua orang lainnya, yakni YKM dan JT. Polisi kemudian menangkap YKM di rumahnya sekitar pukul 06.00 WITA.

Selanjutnya, petugas mendatangi rumah JT sekitar pukul 09.40 WITA untuk melakukan penangkapan. Namun, polisi menyebut JT melakukan perlawanan dengan menyerang menggunakan sebilah parang.

Polisi kemudian memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Namun, JT disebut tetap mencoba melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan penembakan untuk melumpuhkan.

Menurut keterangan polisi, tembakan tersebut mengenai bagian tubuh JT. Setelah itu, JT dibawa ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa sekitar pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.20 WITA.

Polda NTT menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menyatakan akan mendampingi proses penanganan jenazah, termasuk visum dan pengantaran ke rumah duka.

Warga Geruduk Mapolres Sumba Barat

Setelah kabar kematian JT menyebar, sejumlah warga mendatangi Mapolres Sumba Barat dengan membawa peti jenazah sebagai bentuk protes.

Dalam sejumlah video yang beredar, massa terlihat membawa parang dan melakukan perusakan terhadap fasilitas kantor polisi. Massa juga membakar mobil dinas Polri.

Personel kepolisian kemudian melakukan pengamanan di lokasi. Situasi sempat memanas setelah terdengar suara letusan yang diduga berasal dari area Mapolres, sehingga massa membubarkan diri.

Polda NTT mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas. Kepolisian meminta seluruh pihak mempercayakan proses hukum terkait kejadian tersebut agar situasi keamanan di Sumba Barat kembali kondusif.(æ/red)