BOGOR, BeritaTKP.com – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat, menyiapkan sanksi terhadap seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diduga mencambuk rekannya. Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, mengatakan pihaknya telah menegur keras kedua SPPI yang terlibat. KPPG juga berkoordinasi dengan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk meminta arahan terkait sanksi yang akan diberikan.
Kedua SPPI Telah Ditegur Keras
Haidir menyampaikan bahwa teguran langsung telah diberikan kepada kedua SPPI pada Kamis (15/10/2026). Ia menegaskan, tindakan kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan KPPG.
Pihaknya kini menunggu arahan dari pimpinan BGN untuk menentukan bentuk sanksi terhadap SPPI yang diduga melakukan pencambukan tersebut.
Menurut Haidir, langkah ini merupakan bentuk ketegasan institusi terhadap tindakan kekerasan sekaligus evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
KPPG Bogor Minta Maaf atas Kegaduhan
Haidir menegaskan KPPG Bogor tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, sekecil apa pun. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan BGN dan masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang muncul akibat video viral tersebut.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi jajaran KPPG ke depan, terutama dalam menjaga perilaku dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.
Polisi Sebelumnya Akan Mengecek Kebenaran Video
Video yang memperlihatkan seorang pria diduga dicambuk di area kantor KPPG Bogor beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (14/10/2026).
Sebelumnya, Kapolsek Bogor Utara, Kompol Enjo Sutarjo, mengatakan pihaknya akan mengecek kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi lokasi dan meminta keterangan terkait kejadian.
Pada Kamis (15/10/2026), Enjo menyebut belum ada laporan resmi mengenai peristiwa itu. Polisi berencana melakukan pengecekan untuk memastikan kejadian yang beredar dalam video.
Hingga Jumat (16/10/2026), KPPG Bogor menyatakan telah menegur kedua SPPI dan berkoordinasi dengan pimpinan BGN terkait kemungkinan pemberian sanksi.(æ/red)





