
Kota Mojokerto, BeritaTKP.com – Polres Mojokerto berhasil membekuk 4 komplotan maling penggasak kabel gardu PLN yang telah beraksi sebanyak 42 kali di wilayah PLN UP3 Mojokerto dalam 3 bulan terakhir, dimulai dari bulan April hinga Juni 2023. Akibat perbuatan ke-empat tersangka pencuri tersebut, PLN UP3 Mojokerto merugi hingga Rp 207 juta.
Manajer PLN UP3 Mojokerto Yudi Lordianto mengungkap, besar kerugian yang dialami oleh PLN mencapai angka sekian termasuk energi yang gagal tersalurkan kepada konsumen. “Sehingga PLN merugi karena daya energi yang semestinya tersalurkan ke konsumen menjadi terputus,” kata Yudi saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto Kota, Jl Bhayangkara, Rabu (5/7/2023) kemarin.
Yudi menerangkan, harga kabel gardu PLN per meter adalah Rp 200 ribu. Jadi, kerugian dari setiap gardu milik PLN yang dicuri komplotan pencuri ditaksir sekitar Rp 7,2 juta. “Sekitar 7,2 juta ruginya per gardu. Tapi ini belum kalkulasi kerugian dari daya yang gagal dibeli oleh konsumen akibat distribusi arus listrik yang terputus karena ulah pencuri,” beber Yudi.
Tak hanya mendapatkan kerugian materi, Yudi mengaku, hal ini juga membuat citra perusahaan turun di mata konsumen. “Tidak hanya rugi secara materi, namun citra perusahaan juga turut merugi apalagi ini soal pasokan listrik kepada konsumen,” tandas Yudi.
Sementara itu, komplotan spesialis maling kabel gardu PLN yang diringkus Polres Mojokerto masing-masing berinisial YN (37), warga Gunungsari, Serang, Banten, lalu ada RR (26), warga Cigading, Tegalratu, Ciwandan, Kota Cilegon, dan SM (30), warga Citangkil, Kota Cilegon, Banten, serta yang terakhir ada I (37), warga Galis, Bangkalan, Madura.
Saat menjalankan aksinya, mereka memotong 4 kabel NYY yang menghantarkan listri dari trafo ke kotak panel atau papan hubung bagi tegangan rendah (PHB TR). Masing-masing kabel panjangnya 9 meter dengan diameter 1,5 cm berupa tembaga murni.
Setelah berhasil mendapatkan barang curiannya, mereka menjual kepada komplotan lain yang berada di Kebomas, Gresik. Masih kata Yudi, komplotan pencuri ini dapat menggondol 27 kg tembaga. Berarti, komplotan ini meraup untung sekitar Rp 1,89 juta per titik. “Kelompok ini menjual dengan harga Rp 70 ribu per kilonya. Jadi ya untungnya sekitar Rp 1,8 juta per gradu yang berhasil dicuri,” ujar Yudi.
Yudi menilai bahwa aksi komplotan ini tergolong nekat. Sebab mereka berani memotong kabel dari trafo yang mengandung listrik bertegangan 220 volt dengan arus 300 ampere. Meski pelaku menggunting kabel memakai gunting baja yang sudah dilakban, tetap saja hal itu berbahaya mengingat arus listrik yang mengalir berjumlah sangat besar.
Sebagai antisipasi adanya pencurian serupa, Yudi mengingatkan kepada konsumen agar dapat mengenali petugas PLN yang sedang berpatroli di sekitar gardu PLN. Petugas PLN yang asli mengenakan helm, sarung tangan, rompi dengan identitas PLN serta sepatu safety. Tak lupa, konsumen juga bisa segera melapor kepada kantor PLN terdekat. (Din/RED)





