BANYUWANGI, BeritaTKP – Polresta Banyuwangi memperluas penyelidikan terhadap komplotan pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang diduga memiliki jaringan lintas negara. Polisi kini menggandeng jaringan kepolisian internasional untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain hingga Malaysia.
Langkah tersebut diambil setelah penyidik menemukan indikasi bahwa komplotan tersebut tidak hanya beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia, tetapi diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan kejahatan di luar negeri.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM), termasuk Commercial Crime Investigation Department (CCID), serta Sekretariat National Central Bureau Police Interpol Indonesia.
Koordinasi juga dilakukan dengan Polda Jawa Timur dan Bareskrim Polri guna memperluas penelusuran jaringan.
“Kita sudah komunikasi ke PDRM, kita komunikasi ke CCID, dan kita juga sudah melaporkan kepada pimpinan secara berjenjang,” ujar Rofiq, Kamis (26/8/2026).
Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk mengungkap keseluruhan jaringan sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Dari hasil penyelidikan sementara, komplotan spesialis pecah kaca tersebut diduga telah beraksi di sejumlah daerah Jawa Timur. Nilai kerugian yang teridentifikasi mencapai lebih dari Rp700 juta.
Kerugian tersebut berasal dari beberapa kejadian, antara lain sekitar Rp319 juta di Jember, Rp300 juta di Banyuwangi, dan Rp90 juta di Pasuruan.
Salah satu aksi terjadi setelah korban mengambil uang tunai dari bank. Uang tersebut kemudian disimpan di dalam mobil sebelum korban berhenti untuk makan di sebuah warung.
Situasi tersebut dimanfaatkan pelaku. Saat korban berada di dalam warung, kaca mobil dipecahkan dan uang tunai yang berada di dalam kendaraan dibawa kabur.
Polisi menduga aksi tersebut dilakukan secara terorganisir dengan pembagian peran tertentu. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap jaringan yang berada di balik serangkaian pencurian tersebut.
Tidak hanya jaringan kriminal lintas negara, polisi juga melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya keterkaitan dengan kelompok lain.
“Kita juga mendalami, semoga ini tidak ada keterkaitan dengan jaringan-jaringan yang memiliki konsep takfiri dan radikalisme,” kata Rofiq.
Dalam pengembangan kasus, polisi masih memburu sejumlah anggota komplotan lainnya. Sedikitnya tujuh orang disebut masih dalam pengejaran dan diduga memiliki keterkaitan dengan aksi serupa, termasuk dugaan kejahatan yang pernah terjadi di Malaysia.
Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat yang pernah mengalami pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan agar segera melapor kepada kepolisian.
Laporan dari korban lain dinilai dapat membantu penyidik mencocokkan pola kejahatan dan memperluas pengungkapan jaringan komplotan tersebut.(æ/red)





