Surabaya, BeritaTKP.com – Sebuah kecelakaan terjadi yang melibatkan Bus Suroboyo dengan pejalan Kaki. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengklaim supaya senantiasa melakukan evaluasi terhadap pengemudi. Dengan tujuan mengurangi kejadian kecelakaan Bus Suroboyo hingga menyebabkan seorang pejalan kaki meninggal dunia. Kecelakaan itu terjadi pada Rabu (5/2/2025) pagi di Jalan Joyoboyo.
Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Dishub Kota Surabaya Eni Fajarsari menegaskan, bahwa pihaknya telah menerapkan penilaian kinerja untuk para petugas yang akan mengemudikan setiap angkutan umum, termasuk Bus Suroboyo. Begitu juga terhadap sopir Bus Suroboyo nopol L 7354 UB, Jagad Duto Prasetyo yang terlibat kecelakaan dengan pejalan kaki.
Saat ini, pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian atas insiden kecelakaan yang telah terjadi.
“Untuk tindakan lebih lanjut terhadap sopir Bus Suroboyo yang menabrak pejalan kaki hingga tewas, kami akan menunggu hasil BAP yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” tutur Eny.
Kanit Lantas Polsek Wonokromo Iptu Mujiono mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (5/2/2025) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu korban sedang berjalan menyeberang dari barat ke timur di Jalan Joyoboyo menuju arah Sekolah Santo Yoseph. Diketahui korban bernama Edy Kuncoro.
“Korban sehari-hari bekerja cuci motor di sekitar area Terminal Joyoboyo, kebetulan tadi menyeberang mau ke mana, ndak tahu lalu ketemper Bus Suroboyo itu,” ujar Mujiono saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (5/2/2025).
Korban terkena bumper bagian kanan depan Suroboyo Bus hingga jatuh tertelungkup. Warga sekitar pun lantas melaporkan kejadian ini ke Command Center 112 dan Polsek Wonokromo. Korban kemudian mendapatkan pengecekan dari tim medis. Setelah diketahui bahwa kondisinya meninggal dunia, jenazah selanjutnya dibawa ke RSU dr. Soetomo Surabaya.
Polisi pun tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. Saat ini polisi belum dapat menyimpulkan apakah kecelakaan yang menyebabkan satu orang tewas itu disebabkan oleh human error ataupun masalah lainnya.
“Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Suryadi. (sy/red)





