Kupang, BeritaTKP.com – Kasus yang menimpa mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana), Jessica Sofia Tunardjo, kini menjadi perhatian pemerintah pusat. Setelah mengalami depresi hingga harus menjalani perawatan medis akibat pembatalan ujian skripsinya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto turun tangan memberikan perhatian langsung.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Jefri S. Bale, mengungkapkan bahwa Menteri Brian bahkan telah melakukan video call secara langsung dengan Jessica untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus memberikan dukungan moral agar tetap semangat menyelesaikan pendidikan.

“Pak Menteri sudah berkomunikasi langsung melalui video call dengan adik Jessica, menanyakan kesehatannya dan memastikan bahwa Kementerian mendukung penyelesaian studinya hingga menjadi sarjana,” ujar Jefri, Minggu (2/8/2026).

Menurut Jefri, kondisi Jessica kini mulai menunjukkan perkembangan positif meskipun masih menjalani proses pemulihan di rumah sakit. Dari hasil komunikasi terakhir, Jessica mengaku kondisinya sudah lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya, meski masih mengalami kendala kesehatan.

“Kami melihat adik Jessica sudah sedikit membaik. Masih ada kendala kesehatan, tetapi yang bersangkutan mengatakan kondisinya lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian, pimpinan Universitas Nusa Cendana bersama Dekan FKM, Ketua Program Studi, dosen pembimbing, hingga rekan-rekan mahasiswa juga telah menjenguk Jessica selama menjalani perawatan.

Sementara itu, terkait polemik akademik yang diduga menjadi pemicu kondisi Jessica, pihak universitas memastikan telah membuka komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat sejak persoalan pembatalan ujian skripsi mencuat ke publik. Kampus juga tengah melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab dan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Sebelumnya, Jessica harus dilarikan ke Rumah Sakit Wira Sakti Kupang setelah mengalami depresi disertai serangan panik. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh pembatalan ujian skripsi serta pergantian dosen penguji secara mendadak menjelang pelaksanaan sidang skripsi.

Rektor Undana menegaskan bahwa pihak kampus meminta keluarga untuk memprioritaskan pemulihan kondisi Jessica terlebih dahulu. Ia juga memastikan seluruh hak akademik mahasiswi tersebut akan tetap diberikan sehingga proses penyelesaian studinya dapat dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta keluarga fokus pada pemulihan kesehatan Jessica terlebih dahulu. Untuk kelanjutan studi, kami pastikan seluruh hak akademiknya tetap akan dipenuhi,” tegas Jefri.

Universitas Nusa Cendana menegaskan akan terus mendampingi Jessica selama proses pemulihan berlangsung serta memastikan hak akademiknya tetap terlindungi. Sementara itu, hasil investigasi internal terkait polemik pembatalan ujian skripsi masih menunggu proses penyelesaian dari pihak kampus.(æ/red)