Surabaya, BeritaTKP.com – Viralnya video yang menampilkan seorang bocah perempuan berusia lima tahun diduga dipaksa mengemis oleh ayah kandungnya memicu perhatian publik. Namun, sang ayah, Sunardi, akhirnya angkat bicara dan membantah seluruh tuduhan yang beredar. Ia menegaskan bahwa putrinya tidak pernah dipaksa mengamen maupun mengemis selama berada bersamanya.

Kisah ini bermula dari kehidupan rumah tangga Sunardi yang telah berakhir dengan perceraian pada tahun 2024. Setelah berpisah dari istrinya, hak asuh kedua anak mereka jatuh kepada mantan istrinya. Meski demikian, Sunardi mengaku masih sering merindukan kedua buah hatinya dan sesekali mengajak putri bungsunya menghabiskan waktu bersama.

Namun, kebersamaan itu justru menjadi sorotan setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, muncul narasi yang menyebut Sunardi telah menelantarkan sekaligus mengeksploitasi anaknya dengan mengajak mengemis dan mengamen di kawasan Pasar Keputran, Surabaya. Tuduhan tersebut dengan cepat menyebar dan menuai berbagai komentar negatif dari warganet.

Merespons hal itu, Sunardi membantah keras seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa selama putrinya berada bersamanya, seluruh kebutuhan anak tetap dipenuhi sebagaimana mestinya.

“Saya memberikan A pendidikan yang baik, memberi nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Itu semua fitnah,” ujar Sunardi.

Ia juga memastikan tidak pernah memaksa anaknya turun ke jalan untuk mencari uang.

“Saya enggak pernah menyuruh anak saya ngamen ataupun mengemis,” tegasnya.

Keluarga Ikut Membela

Bantahan serupa juga disampaikan keluarga besar Sunardi. Kakak kandungnya, Hariyanto, mengatakan keponakannya selalu mendapatkan perhatian dan kebutuhan yang layak ketika berada bersama ayahnya.

Menurut Hariyanto, keluarga besar juga ikut membantu mengasuh sang anak, mulai dari memberikan makanan hingga menemani bermain. Ia menilai anggapan bahwa anak tersebut sengaja diajak mengemis tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kalau A sama ayahnya ya baik-baik saja. Makan juga dicukupi. Tidak pernah diajak mengemis, apalagi ditelantarkan,” katanya.

Hariyanto menjelaskan, saat berada di kawasan Pasar Keputran, bocah tersebut lebih banyak bermain bersama saudara dan anak-anak lain di sekitar lokasi. Seluruh keluarga, lanjutnya, turut bergantian menjaga dan memenuhi kebutuhan sang anak.

“Semua saudara ikut membantu. Kasih makan, kasih jajan. Tidak pernah ada yang menelantarkan,” imbuhnya.

Disebut Hanya Menemani Tante Berjualan

Keterangan senada juga disampaikan kakak Sunardi lainnya, Iramawati. Ia menilai video yang beredar di media sosial telah memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Menurutnya, saat berada di Pasar Keputran, keponakannya hanya menemani sang tante yang berjualan cabai sambil bermain seperti anak-anak seusianya.

“Semua tuduhan itu tidak benar. Tidak pernah ditelantarkan, apalagi dipakai untuk meminta-minta. Di pasar itu dia hanya ikut tantenya jualan sambil bermain,” ujarnya.

Pihak keluarga berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang viral di media sosial. Mereka menilai persoalan yang berawal dari konflik rumah tangga pascaperceraian kini berkembang menjadi konsumsi publik dan memunculkan berbagai tuduhan yang menurut mereka tidak sesuai dengan fakta.(æ/red)