KALIMANTAN TIMUR, BeritaTKP.com – Salah seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter berinisial AD ,50, tewas dibunuh oleh seorang pria berinisial AK ,41,. Pembunuhan itu berawal dari sengketa lahan yang terjadi di Ambongrawang Laut, Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).
Peristiwa bermula saat AD bersama dengan suaminya datang ke tanah miliknya menggunakan mobil. Sesampainya di lokasi, AD turun tanpa didampingi oleh suami dan langsung mendatangi salah seorang pekerjanya yang sedang membuat kavling tanah.
“Jadi patok tanah itu sebelumnya sudah dipindah oleh pelaku yang saat itu lagi membersihkan lahan, kedatangan korban ke lokasi itu untuk mengembalikan ke patokan yang semula,” kata Kapolres Kukar, AKBP Arwin Amrih Wientama, dalam jumpa pers, Rabu (8/9/2021).
AK yang melihat patok tanah itu digeser kembali oleh pekerja dari AD, langsung mendatangi AD. AK mengaku tak terima karena patok tersebut dipindah. Keduanya pun terlibat adu mulut.
AK yang membawa parang langsung mengayunkan parangnya tiga kali ke arah AD.
“Sabetan mengenai bagian kepala sebelah kanan dan tangan kanan korban hingga putus,” kata Arwin.
Usai melukai AD, pria yang bekerja sebagai buruh tani di kebun itu langsung melarikan diri. AK berlari menuju ke arah hutan.
“Setelah melukai korbannya pelaku lari untuk bersembunyi ke dalam hutan, sedangkan korban yang mengalami luka langsung dilarikan ke rumah sakit di Balikpapan, namun setibanya di rumah sakit, dokter nyatanya korban sudah meninggal dunia,” ungkap Arwin.
Setelah itu, tim Satreskrim Polres Kukar dan Polsek Samboja menelusuri untuk mencari keberadaan AK. Selang beberapa hari dari kejadian tersebut, AK berhasil diamankan di pondok kebun karet.

“Kita amankan pelaku pada hari Sabtu (4/9/2021). Dari tangan pelaku kita berhasil mengamankan parang yang digunakan untuk melukai korban, dan pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian,” ujar Arwin.
Kepada polisi, AK mengaku sakit hati kepada AD lantaran patok tanah yang telah mereka sepakati tidak sesuai dengan yang ada di lokasi. AK menyesal atas perbuatannya yang sudah membunuh AD.
“Saya menyesal,” ucap AK.
(RED)





