
Jember, BeritaTKP.com – Nasib malang menimpa dua kakak beradik di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Keduanya dikabarkan mengalami depresi mengarah ke gangguan jiwa disebabkan oleh gadget dan pernah menjadi korban bullying atau perundungan.
Kedua kakak adik ini masing-masing bernama Erna Wahyuni (19) dan Syahrul Afandi (17). Mereka kini mendapatkan bantuan terapi dan pengobatan intensif dari rumah sakit lewat Pj Kesehatan Jiwa Kemuningsari Kidul Jember.
SN, ibu kedua remaja tersebut bercerita, jika beberapa tahun sebelum mengalami hal itu, anaknya bersikap normal seperti anak pada umumnya.
“Iya main game, mobil legend itu. Sudah lama, ada 4 tahunan yang perempuan dan yang laki-laki 1 tahunan,” kata SN.
“Dulu biasa, iya sekolah, iya ngaji. Sesudah lulus sekolah dasar ini sering main HP di rumah. Bangun tidur main HP berjam-jam di dalam kamar,” ucapnya. “Kadang main malam sendiri di kamar dan tidak keluar. Kalau keluar hanya makan, mandi saja dan melanjutkan aktivitas di dalam kamar.”
SN kemudian dikejutkan saat kedua anaknya tidak mengenal dirinya dan juga ayahnya. “Tahunya begini, tidak kenal sama saya. Siapa kamu, saya gak punya ibu, bilang gitu. Sama bapaknya iya juga, gak punya bapak katanya,” akunya.
SN kemudian membawa anaknya ke puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSD. dr. Soebandi Jember. “Katanya dokter di (RSD) Soebandi karena HP. Jadi sampai sekarang diberi obat syaraf,” tuturnya.
Mengetahui hal itu, petugas Kesehatan Jiwa Puskesmas setempat, Ali Winoto menyampaikan, jika anak perempuannya itu mengalami depresi karena korban bullying di sekolahnya. “Setelah itu saya rujuk ke poli jiwa Patrang (RSD.dr.Soebandi), setelah itu pengobatan di puskesmas,” ujarnya.
Sedangkan adiknya yang laki-laki, karena kecanduan main gadget dan tidak mau keluar dari kamar akhirnya dirujuk ke RSD DR Soebandi.
Jadi untuk saat ini, keduanya masih dalam pengawasan pihak puskesmas. Termasuk pengambilan obat dari rumah sakit. “Karena sebelumnya sempat putus pengobatan, jadi saya ambil alih. Karena orang tuanya sudah lansia dan tidak mampu,” pungkasnya. (Din/RED)





