Jember, BeritaTKP.com – Pemerintah Kabupaten Jember berencana akan membangun Museum Jember Fashion City dengan mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.

“Dalam (museum) Jember Fashion City ini ada Jember Fashion Carnaval (JFC). Kemarin Ibu Gubernur dengan diamini Menteri Parekraf yang mewakili Presiden Pak Joko Widodo ingin agar JFC masuk dalam kalender karnaval dunia,” kata Bupati Hendy Siswanto, ditulis Kamis (11/8/2022).

Bupati Hendy mengaku gembira dengan keinginan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Dengan measuk dalam kalender karnaval dunia, Hendy berharap, ada perputaran ekonomi di Jember, terutama di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pertunjukan Jember Fashion Carnaval.

Perbaikan tentunya harus dilakukan, terutama untuk pencahayaan lampu karena JFC digelar pada malam hari. Hendy ingin JFC benar-benar bisa dinikmati publik, termasuk wisatawan yang berkunjung. “Tentunya di sepanjang jalan harus lebih bagus lagi,” katanya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat membuka pelaksanaan JFC, pada Minggu (7/8/2022) lalu, mengatakan jika JFC memiliki kualitas yang luar biasa. “Kita akan tingkatkan menjadi event internasional tahun depan. Mudah-mudahan ini bisa membangkitkan peluang usaha dan lapangan kerja yang tentunya kita harapkan jadi bagian dari kebangkitan ekonomi Indonesia,” katanya.

Perekonomian Indonesia kuartal kedua tahun ini tumbuh 5,44 persen. “Salah satunya ditopang sektor pariwisata dan juga Jawa Timur sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan yang tinggi, kami harapkan ini akan terus bergulir,” kata Sandiaga.

“Saya menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo bahwa pertumbuhan ekonomi ini harus kita kawal momentumnya dengan penuh kewaspadaan. Saya ucapkan selamat, mudah-mudahan ini membawa kebangkitan seluruh event di nusantara,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyebut JFC terkesan megah. “Dibandingkan dengan Mardi Grass di New Orleans dan Rio Carnaval tidak kalah. Antusiasme masyarakat luar biasa menyambut karnaval ini setelah absen dua tahun larena Covid. Tahun depan catwalk JFC akan didaftarkan menjadi catwalk terpanjang di dunia. Tentunya menambah semangat event ini. Kami akan jadikan ini ikon pariwisata Indonesia,” katanya.

“Kalender event internasional ini layaknya event-event besar yang kita daftarkan, seperti World Conference on Creative Economy itu akan melibatkan lintas kementerian dan lembaga, yang juga akan kami daftarkan ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) maupun Unesco (organisasi pendidikan dunia). Jadi ini harapan kami supaya terinstitusionalisasi JFC ini,” kata Sandiaga.

Nantinya, Sandiaga akan bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan agar proses berlangsung dengan lancar. “Dan kita akan bisa mengundang juga defile-defile dari negara lain, baik Asean maupun defile seluruh wilayah dunia untuk mengisi. Event ini bisa diperpanjang menjadi 2-3 hari sehingga semangat festivalnya bisa terasa di seluruh Jawa Timur dan wilayah lain di Indonesia,.” katanya.

“Jember ini sudah sangat layak menjadi venue festival internasional berbasis seni pertunjukan seperti Jember Fashion Carnaval ini,” kata Sandiaga. (Din/RED)