Nganjuk, Berita TKP – Jembatan yang berposisi di Desa Jatisawahan , Kec. Lengkong kini kondisinya semakin parah karena kaki jembatan sebelah utara bagian barat sudah mengalami pemekaran yang semakin hari akan bertambah luas lagi berongga keluar. Jembatan ini memiliki Panjang 17 meter dengan Lebar 5 meter dan Kedalaman sekitar 7 – 8 meter kini kondisinya sudah menjelang  kerusakan .

Jembatan tersebut adalah merupakan sarana jalan dilalui anak anak sekolah , sebelah utara ada SMP Negeri I Lengkong sedangkan sebelah selatan  Madrasah dan Aliyah , anak anak sekolah maupun warga yang dari Desa Balongasem , Desa Sumbersono dan  Desa Prayungan bisa menuju ke Desa Jatisawahan  melalui jembatan itu . Dari Desa desa yang sebelah utara tadi jika akan ke Lengkong lebih nyaman lewat situ karena jarak tempuhnya lebih dekat dan cepat , jadi tergolong juga amat penting karena memiliki peranan sebagai  pemghubung antar desa yang pada  umumnya untuk seluruh masyarakat .

Disimak dari situlah bahwa jembatan Jatisawahan ini perlu adanya rehabilitasi atau pemugaran karenanya Pemeritah Daerah khususnya Dinas yang membidangi untuk segera merespon dengan keadaan seperti itu, mengingat betapa pentingnya bahwa semua itu untuk keperluan lalu lintas khalayak ramai ” kata orang ” .

Seorang warga Desa Jatisawahan yang tak mau dusebut identutasnya sesaat ditanya Awak Media ini menyampaikan bila dirinya pernah mengetahui jika dari pihak  Desa pernah megajukan untuk Pembamgunan Jembatan ke Dinas PU  ( PUPR maksudnya ) yang katanya akan dibangun pada tahun ini .namun ada gendala apa kami tidak tahu ,yaaah kita tunggu saja . Ditambahkan  pula bilamana jembatan itu memang utamanya guna selain transfortaai umum juga yang paling digemari masyarakat apabila pada  musim panen Padi bisa diselesaikan seketika itu ,maksudnya  di dos ( mesin perontok Padi ) ditempat , mereka nanti pulang sudah tinggal membawa gabah saja. ” Ucapnya  ” .

Pernah Berita TKP mencari informasi ke Dinas Pengairan Kab. Nganjuk oleh Kabidnya yang bernama Agung menginformasikan jika hal itu di lihat dulu dalam daftarnya bahwa Jembatan itu ikut wilayah Pengiran apa ikut Binamarga ,nanti dapat ditanyakan disana mas .

Kepala Dinas PUPR Gunawan Widakdo ketika Berita TKP hemdak kondirmasi tentang Jembatan itu pada dua hari yang lalu  belum berhasil ketemu karena tdak ada di tempat. Lalu pada Kamis, 25 Mei 2023 pukul 10’40 Wib dihubungi melalui telpun WA nya tidakb dapat sambung  yaah…. mungkin sedang ada keperluan dinas begitu pula menelpun Kabidnya juga tidak nyambung. ( tut )