
MAKKAH, BeritaTKP.com — Jemaah haji Indonesia, Muhammad Firdaus Ahlan, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Almarhum sebelumnya dinyatakan hilang sejak Jumat, 15 Mei 2026.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi mengungkapkan, jenazah Firdaus ditemukan pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026 waktu Arab Saudi. Penemuan dilakukan setelah aparat setempat melakukan patroli di kawasan perbukitan sekitar pemondokan jemaah.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Muftiono, mengatakan aparat Arab Saudi menemukan almarhum sekitar pukul 02.00 waktu setempat di kawasan Jabal Kuday. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari pemondokan jemaah Indonesia, dengan jarak diperkirakan sekitar 2,5 kilometer dari hotel tempat almarhum menginap.
Sebelumnya, PPIH Arab Saudi bersama petugas sektor, petugas kloter, dan otoritas Arab Saudi telah melakukan pencarian sejak Firdaus dilaporkan terpisah dari rombongan. Tim pencari menyisir sejumlah titik yang biasa dilalui jemaah, termasuk area sekitar hotel, jalur menuju tempat ibadah, fasilitas kesehatan, hingga kawasan sekitar Masjidil Haram.
Firdaus diketahui tergabung dalam kloter JKG 27. Sebelum ditemukan, ia sempat terekam CCTV berjalan meninggalkan pemondokan seorang diri. Keberadaannya kemudian tidak diketahui hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi wafat.
Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Hasan Afandi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Firdaus Ahlan. Pemerintah Indonesia melalui PPIH Arab Saudi juga memastikan akan menyiapkan badal haji bagi almarhum yang dilaksanakan oleh petugas haji Indonesia.
“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Hasan.
PPIH Arab Saudi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari keluarga almarhum, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit setempat, petugas haji di lapangan, hingga masyarakat Indonesia yang ikut mendoakan.
Atas peristiwa ini, PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah dan pendamping agar meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan khusus.
Petugas meminta agar jemaah tidak membiarkan anggota rombongan berjalan sendirian, terlebih jika terlihat kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
“Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter,” kata Hasan.
PPIH menegaskan, kepedulian antarsesama jemaah sangat penting untuk mengurangi risiko tersesat atau terpisah dari rombongan selama berada di Tanah Suci.(æ/red)





