
Magetan, BeritaTKP.com – Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membuat pengakuan di akun sosial media Instagramnya @novitamochamad bahwa dirinya diusir oleh seorang anggota DPRD Jatim saat menghadiri kegiatan UMKM di Magetan, Selasa (21/11/2023) kemarin. Namun, Novita enggan menyebut siapa sosok anggota DPRD Jatim yang mengusirnya itu.
Video yang diunggah oleh Novita ini pun viral hingga menyebar ke berbagai media sosial lain, seperti TikTok dan aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam video berdurasi 3 menit 17 detik, tampak Novita yang sedang berada di dalam mobil mengenakan baju hitam dan berkerudung corak warna putih hitam. Lalu, ia mulai menceritakan soal kejadian yang menimpanya.
“Lapor pak. Baru kali ini saya mendapat undangan untuk hadir di dalam kegiatan. Begitu datang, masyarakat sangat antusias dan bahagia. Sepanjang kegiatan, sudut mata kanan saya melihat ada masalah. Sehingga, hari ini adalah pemberian materi paling singkat sepanjang sejarah.” isi caption dalam video yang diunggah oleh Novita.
“Ada kondisi yang menekan team saya, selama saya hadir ditempat acara. Dengan kata lain, saya di usir oleh dinas secara langsung, secepat cepatnya untuk pergi meninggalkan tempat. Ditambah bonus dapat ancaman. Apakah sekarang jamannya ancam mengancam?” lanjutan caption video yang diunggah Novita.
Dilansir dari detikjatim, Novita saat itu tengah menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Jatim di aula SMAN 1 Magetan. Acara tersebut dihadiri oleh anggota komisi E DPRD Jatim. “Pihak komisi E ini merasa saya salah kamar. Padahal beliau komisi E ini, dalam acara UMKM sebenarnya pihak komisi E bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi,” kata Novita, Rabu (22/11/2023).
Novita menyebut kegiatan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim terkait penerbitan NIB ini memang melibatkan dirinya. Novita selaku ketua Garda Transfumi sejak 2018 mengaku pihak Komisi E DPRD Jatim yang menekan Dinas Koperasi dan UKM untuk mengusirnya. “Beliau (Komisi E DPRD Provinsi Jatim) menekan dinas dan dinas yang ngusir saya,” papar Novita.
“Itu (yang ngusir) bukan Kadin Koperasi tapi Kabag Dinas Koperasi dan UKM Provinsi dan Magetan. Karena ditekan Komisi E,” imbuh Novita.
Novita juga bercerita, ia sempat kaget dengan perlakuan panitia saat dirinya baru datang saat acara. Dia mengaku langsung diberikan mikrofon oleh pihak MC, padahal saat itu ia masih ingin ke toilet. “Waktu baru tiba acara saya langsung disodori mik saat datang dan biasanya ada urutannya dulu. Tapi ini saya duduk dulu, saya bilang ke MC-nya saya ke toilet dulu karena buru-buru. Kaget juga saat saya senyum, mereka-mereka gak senyum balik diam dan saya pikir mungkin orang Magetan begini, gak pikir apa-apa saya,” jelas Novita.
Novita menegaskan, tak terbesit sedikit pun soal berkampanye dalam acara tersebut. Ia murni ingin menghadiri acara untuk memberi pelayanan sebagai Ketua Garda Transfumi pendamping UMKM dalam penerbitan NIB.
“Saya pribadi tidak ada pikiran bahwa agenda yang saya datangi ada muatan politik. Karena di mata saya ini murni pelayanan. Saya tidak berkompetisi. Saya hadir untuk bekerja. Ada program penerbitan seribu NIB tiap wilayah kota kabupaten di Jatim yang juga untuk kesejahteraan UMKM,” tandas Novita. (Din/RED)





