LABUAN BAJO, BeritaTKP.com – Kontak fisik yang melibatkan oknum aparat keamanan kembali terjadi di wilayah hukum Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat orang anggota satuan Korps Brimob dilaporkan menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh tiga oknum prajurit TNI AD. Peristiwa berdarah ini pecah di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Merespons potensi gesekan yang lebih luas, pucuk pimpinan Polda NTT dan Kodam IX/Udayana langsung mengambil langkah taktis untuk meredam situasi dan memastikan sinergitas antar-instansi tetap terjaga kokoh.
Kronologi Kesalahpahaman di Tengah Acara Misa
Berdasarkan keterangan resmi Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, peristiwa ini terjadi pada Kamis dini hari, 11 Juni 2026. Runtunan kronologis kejadian di lapangan berjalan sebagai berikut:
- Acara Syukuran Pelantikan: Sejumlah personel Brimob menghadiri undangan acara misa syukuran atas pelantikan rekan mereka, Bripda JGR, di Dusun Waemata pada Rabu malam, 10 Juni 2026. Awalnya, kegiatan religius tersebut berlangsung kondusif dan penuh kehangatan.
- Pecahnya Keributan: Memasuki waktu dini hari, situasi mendadak berubah tegang akibat adanya kesalahpahaman komunikasi antara anggota Brimob dan beberapa prajurit TNI AD yang berada di lokasi yang sama.
- Aksi Penikaman Punggung: Eskalasi konflik yang meninggi memicu keributan fisik. Dalam kekacauan tersebut, tiga oknum prajurit TNI AD diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, empat personel Brimob—masing-masing diidentifikasi sebagai Bripda RS, Bripda FA, Bripda BBK, dan satu personel lainnya—roboh setelah menderita luka tikaman serius di bagian punggung.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, personel lain yang berada di TKP langsung melakukan upaya pemisahan. Guna mengantisipasi aksi balasan, Kapolres Manggarai Barat segera mengeluarkan instruksi tegas agar seluruh personel Brimob menarik diri dan kembali ke markas kompi secara tertib.
Kondisi Medis Terkini para Korban
Pihak kepolisian memastikan bahwa prioritas utama pascainsiden adalah menyelamatkan nyawa para personel yang terluka. Seluruh korban langsung dievakuasi secara darurat menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Update Perawatan di RS Siloam Labuan Bajo:
Berdasarkan laporan medis per Senin, 15 Juni 2026, dari total empat anggota Brimob yang mengalami luka tusuk di punggung, tiga personel di antaranya hingga kini masih harus menjalani rawat inap intensif. Sementara itu, satu personel lainnya dilaporkan telah melewati masa kritis dan diizinkan pulang oleh tim dokter.
Investigasi Objektif Tim Gabungan Propam dan POM AD
Tragedi ini memicu atensi serius dari para petinggi pertahanan daerah. Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, bersama Pangdam IX/Udayana, Mayjen Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen Hendro Cahyono, langsung menggelar rapat koordinasi intensif demi mengunci situasi agar tetap kondusif.
Polda NTT menjamin bahwa kasus ini sama sekali tidak akan mencederai hubungan bilateral dan sinergitas yang telah lama dipupuk antara TNI dan Polri di NTT. Penegakan hukum atas kasus ini dipastikan akan berjalan secara transparan dan profesional.
Sebagai wujud keseriusan, sebuah tim investigasi gabungan yang melibatkan Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) resmi dibentuk dan diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyisir fakta secara objektif. Seluruh oknum yang terbukti melanggar kode etik dan hukum pidana dipastikan akan diseret ke pengadilan militer tanpa pengecualian.(æ/red)





