Jember, BeritaTKP.com – Seorang gadis berusia 15 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke jembatan di Dusun Pondok Miri, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo. Tubuh perempuan itu menghilang terseret arus sungai dan masih belum ditemukan.
Saat kejadian korban sedang bersama kekasihnya. Tangan dan baju korban pun sempat dipegang oleh kekasihnya namun tak berhasil.
Terdapat saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Pria tersebut bernama Sumardi. “Sang pacar sempat memegang baju korban yang kecantol besi jembatan, namun karena tak kuat, korban pun akhirnya jatuh ke dalam sungai yang airnya cukup deras” ujar pria berusia 51 tahun itu, pada Selasa (2/11).
Korban berinisial SA merupakan warga asal Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo. Sebelum melompat, korban sedang bersama kekasihnya yang tak lain adalah tetangganya. Pria tersebut berinisial R ,16,.
Menurut Sumardi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 wib, pada Senin (1/11). Saat itu dirinya kebetulan tengah naik motor melintas di dekat lokasi.
“Sebelumnya saya sempat melihat korban dirangkul sama pria berinisial ,R, untuk menghalangi korban saat berusaha melompat,” ujar pria warga asal Dusun Sumberejo, Desa Jatimulyo itu.
Korban dirangkul untuk kembali ke sepeda motor yang diparkir di sekitar pos timur jembatan. Namun setelah kembali ke motor, korban ternyata malah kembali ke jembatan dan langsung melompat.
Kapolsek Tempurejo AKP M Zuhri mengatakan bahwa kejadian tersebut langsung terdengar oleh warga sekitar. “Saat itu juga warga sekitar jembatan langsung mendatangi lokasi. Kejadian tersebut juga dilaporkan ke perangkat desa dan dilanjutkan ke kita,” ujar Zuhri.
Anggota yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Bahkan warga dan anggota polsek langsung melakukan pencarian. Namun karena kondisi yang sudah cukup gelap dan air cukup besar, pencarian di malam itu dihentikan. Rencananya, pencarian dilanjutkan pagi ini.
Untuk saat ini, penyebab korban lompat dari jembatan masih dalam proses penyelidikan. “Masih kita lidik, sejumlah saksi juga masih harus kita mintai keterangan,” imbuh Zuhri.
(k/red)






