Blitar, BeritaTKP.com – Akibat curah hujan yang deras, empat kecamatan di kawasan Kabupaten Blitar diterpa bencana alam longsor. Material longsoran bahkan sampai menutup jalan lintas antar desa dan menerjang tembok rumah warga.

Menurut data dari BPBD Kabupaten Blitar, lokasi longsor tepatnya terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Doko, Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, dan Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi. Longsor terjadi pada dini hari, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (18/11/2021) sore.

Di Desa Sidorejo, Kecamatan Doko, sebuah tebing setinggi 20 meter dengan lebar 5 meter mengalami longsor. Material longsor sampai menutupi badan jalan, hingga menutup akses utama menuju Desa Resampombo. Upaya pembersihan material lumpur bercampur tanah dilakukan secara bersama-sama antara warga dengan TNI-Polri dan tagana.

Sedangkan di Desa Balerejom, Kecamatan Wlingi, tanah mengalami longsor selebar 15 meter. Posisi tanah tepat diatas rumah warga yang bernama Nuryatin ,58, hingga membuat material longsor menerjang bagian depan tembok rumah dan teras.

“Tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Posisi Bu Nuryatin langsung mengungsi ke rumah saudaranya yang dekat. Selain satu rumah itu, longsor di Balerejo juga memutus pipa air minum untuk konsumsi 70 KK menuju Dusun Modong,” pungkas Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, Jumat (19/11/2021).

Longsor juga dilaporkan terjadi di belakang rumah warga bernama Bapak Parsito dan Ibu Murtini RT 01 RW 05 Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben. Longsor di Blitar ini tidak menimbulkan kerusakan. Namun potensi longsor susulan akan terjadi, jika hujan deras turun lagi.

“Saat ini kami masih fokus pembersihan material. Terutama yang menutup akses warga, agar mobilitas secepatnya bisa berjalan normal,” tutup Cholik.

(k/red)