Sikka, BeritaTKP.com – Seorang pria berinisial MM (31), warga Dusun Magendero, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat hendak mengisi token listrik di sebuah pondok persawahan, Kamis (22/1/2026).

Kasi Humas Polres Sikka, Leonardus Tungga, menjelaskan peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 09.00 WITA ketika korban berangkat menuju sawah miliknya. Sekitar pukul 12.00 WITA, ayah kandung korban berinisial YR (59) datang ke lokasi untuk mengantarkan nomor token listrik.

Korban kemudian menuju sebuah pondok milik warga berinisial WN yang berjarak sekitar 20 meter dari area sawah. Saat sedang mengisi token listrik, korban tiba-tiba tersengat aliran listrik hingga terjatuh.

Mendengar teriakan korban, sang ayah langsung mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah tergeletak di lantai pondok.

“Meteran listrik yang seharusnya terpasang di dinding sudah terlepas dan berada di atas paha kiri korban saat ditemukan terkapar di lantai,” jelas Leonardus.

Ayah korban sempat berusaha memberikan pertolongan dengan menggunakan sebatang kayu untuk menjauhkan sumber listrik. Namun, ia juga merasakan sengatan listrik sehingga terpaksa meninggalkan lokasi untuk meminta bantuan warga sekitar.

“Saat kembali ke lokasi bersama warga, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Alok bersama Tim Identifikasi Polres Sikka langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah duka.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi.

Saat ini, jenazah korban disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan sesuai tradisi keluarga.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan instalasi listrik, terutama saat kondisi cuaca buruk atau setelah hujan.

“Hindari aktivitas di luar ruangan yang berhubungan dengan listrik saat cuaca tidak mendukung guna mencegah kejadian serupa,” pungkas Leonardus.(æ/red)