Surabaya, BeritaTKP.com – Sebuah helikopter rombongan Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Hermanto melakukan pendaratan darurat di Lapangan Rejotangan, Tulungagung lantaran terkendala kondisi cuaca buruk. Akibat pendaratan darurat ini, sejumlah rumah warga di sekitar mengalami kerusakan.
Seperti yang dialami oleh Bardo, warga Desa/Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, yang mengatakan bahwa bagian atap terasnya rusak tersapu angin yang dihasilkan dari baling-baling helikopter tersebut.

Bardo mengatakan helikopter tersebut mendarat kemarin sore. Sebelumnya helikopter ini tampak berkeliling di atas lapangan. Rumah Bardo sendiri terletak persis di sisi timur lapangan. Saat mendarat hempasan baling-baling membuat atap rumahnya beterbangan. “Ada sekitar 20 lembar asbes yang rusak tersambar helikopter saat mendarat darurat,” ujarnya
Di samping itu, proses pendaratan darurat tersebut tidak sampai membuat 9 penumpang helikopter termasuk Kapolda Jatim dan istrinya mengalami sesuatu yang tidak diinginkan. Penumpang dipastikan dalam kondisi selamat meski dalam proses pendaratan itu rumah warga di sekitar Lapangan Rejotangan terimbas kencangnya angin baling-baling.
Pasca kejadian tersebut, Bardo mengaku dijanjikan mendapatkan ganti rugi dari kepolisian setempat atas kerusakan yang dialaminya. Saat ini Bardo dibantu sejumlah tetangga tengah melakukan perbaikan. Asbes yang rusak diturunkan dan diganti dengan yang baru. “Kita sudah beli asbes tapi dengan uang pribadi dulu, nanti kalo dikasih ganti rugi tinggal ngasih notanya,” tuturnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori mengatakan helikopter telah terbang kembali ke Surabaya sekitar pukul 05.00 WIB. Tidak ada kerusakan yang dialami oleh helikopter sehingga dapat segera kembali terbang.
“Tadi pagi helikopter sudah diterbangkan kembali ke Surabaya, berangkat jam setengah enam pagi, sesuai jadwal,” kata Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mohammad Anshori, Kamis (23/2/2023).
Menurutnya, helikopter Agusta Westland AW-169 itu dalam kondisi baik dan tidak masalah mesin sehingga bisa terbang dari Lapangan Rejotangan ke hanggar di Surabaya. “Untuk mesin atau teknis memang tidak ada masalah, kemarin itu (mendarat) murni karena cuaca saja,” jelasnya. (Din/RED)





