BANDAR LAMPUNG, BeritaTKP – Pemandangan tidak biasa mewarnai kawasan Pahoman, Kota Bandar Lampung. Puluhan ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dilaporkan kerap turun dari habitat aslinya di kawasan Hutan Kera dan berkeliaran memasuki permukiman warga sekitar Jalan Way Abung, tak jauh dari SMAN 10 Bandar Lampung.

Kawanan primata tersebut menyambangi pekarangan rumah warga untuk mencari makan, salah satunya memanjat dan memetik buah-buahan seperti jambu.

Kehadiran Berulang dan Respon Warga

Warga setempat, Dwi Prihatini, menuturkan bahwa fenomena kemunculan kawanan monyet ini sebenarnya bukan hal baru dan bisa terjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Perilaku Tidak Agresif: Monyet-monyet tersebut tidak mengganggu atau menyerang warga sekitar. Mereka fokus menyasar tanaman buah di pekarangan.

Perubahan Jam Operasional: Kawanan ini biasanya muncul pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB, tetapi belakangan kerap terlihat mengumpul hingga siang hari.

Terbiasa Makanan Manusia: Dwi menyebut stok makanan alami di kawasan Hutan Kera diduga menipis seiring bertambahnya populasi, ditambah kebiasaan pengunjung yang kerap memberi makan langsung saat berkunjung.

“Kemungkinan jumlahnya makin banyak, tapi makanan di sana enggak ada. Stok makanan mereka cuma dari pemberian orang-orang di situ, bukan mencari di alam bebas,” ujar Dwi, Minggu (30/8/2026).

Kekhawatiran Terhadap Keselamatan Satwa

Warga lain, Berliana Hajariah, mengonfirmasi bahwa satwa liar dari Hutan Kera—kawasan bersejarah sejak era kolonial Belanda di Teluk Betung Utara—semakin sering keluar habitat akibat kondisi lingkungan yang terbatas. Meskipun tidak memicu konflik berat dengan masyarakat, warga mengkhawatirkan keselamatan primata tersebut dari ancaman perburuan liar.

“Yang dikhawatirkan ada orang yang enggak bertanggung jawab, hewan itu malah jadi binatang buruan. Kasihan juga,” pungkas Berliana.

Warga berharap Pemkot Bandar Lampung maupun pengelola area Hutan Kera dapat mengambil langkah guna menjaga ketersediaan pangan satwa di habitat aslinya agar populasi monyet tidak semakin menginvasi wilayah perkotaan.(æ/red)