TIMOR TENGAH SELATAN, BeritaTKP.com – Nasib malang menimpa seorang guru honorer bernama Lusia Banunaek (44) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang perangkat Desa Baus berinisial Agnes Sofia Bana, saat korban tengah dalam perjalanan menuju sekolah tempatnya mengajar.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Kampung Ansaof, Desa Baus, Kecamatan Boking, pada Kamis (23/7/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WITA.
Kapolsek Boking, Ipda Alfridus Bere, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa kasusnya telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Kasus ini telah dilaporkan secara resmi di Polsek,” ujar Alfridus, Senin (27/7/2026).
Bermula dari Tuduhan dan Cekcok di Jalan Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, insiden bermula saat korban melintas di depan kediaman terduga pelaku dalam perjalanan menuju sekolah. Korban tiba-tiba dihentikan oleh pelaku yang menuding korban pernah melontarkan ancaman terhadap dirinya.
Ketika korban meminta klarifikasi terkait sumber informasi tuduhan tersebut, pelaku menyebut nama seorang kepala dusun. Percakapan yang awalnya berlangsung tegang itu tak lama kemudian memanas dan berujung pada adu mulut di antara keduanya.
Dihantam Batu hingga Alami Luka Berdarah Emosi yang tak terbendung membuat pelaku nekat melakukan kekerasan fisik. Terduga pelaku memukul bagian mata korban, lalu mengambil batu dan menghantamkannya ke bagian kepala serta dahi korban.
Akibat hantaman benda keras tersebut, Lusia mengalami luka robek dan berdarah di kepala serta wajahnya, serta menderita luka lebam di sekitar mata. Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Boking untuk mendapatkan penanganan medis darurat sekaligus menjalani visum et repertum.
Aparat kepolisian dari Polsek Boking saat ini masih terus mendalami kasus penganiayaan ini guna memproses hukum terduga pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(æ/red)





