Mojokerto, BeritaTKP.com – Nasib nahas dialami oleh Slamet Supriadi (51), seorang kondektur Bus Harapan Jaya yang dikabarkan meninggal dunia usai terjatuh di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, pada Minggu (1/1/2022) kemarin pagi.

Peristiwa ini bermula ketika Bus Harapan Jaya bernopol AG 7899 UR yang dikemudikan oleh Agus Priyo Prasongko (54) masuk ke Terminal Kertajaya dari arah Surabaya.

Polisi mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Setelah warga asal Kelurahan Sembung, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung tersebut menaikkan penumpangnya, bus yang dikemudikannya tersebut langsung tancap gas. Baru sampai di tikungan dalam terminal, tepatnya sebelum pintu keluar di Jalan Raya Bypass Jabon, pintu belakang bus tiba-tiba terbuka.

”Mungkin kondektur saya bersandar di pintu, terus sikutnya bersandar di tuas pintu akhirnya terbuka,” ujar Agung. Peristiwa itu membuat Slamet Supriadi (51) kondektur bus terlempar keluar dengan kepala menghantam aspal.

Pria asal Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tuluangung, tersebut mengalami pendarahan hebat di bagian kepala. Dia meninggal dunia saat perjalanan ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Terbukanya pintu saat bus melaku kencang di tikungan tersebut juga membuat seorang pengamen bernama Anang Setoyobudi (45) ikut terjatuh hingga tidak sadarkan diri. Warga asal Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Mojokerto, ini mengalami luka berat di tangan dan kepala.

Jasad Slamet kini sudah dipulangkan ke rumah duka. Sementara Anang masih dirawat di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo lantaran kritis.

Agung mengungkapkan, saat itu bus sedang penuh penumpang. Beberapa diantarnya bahkan harus berdiri di bagian belakang. Dia menduga, kondektur bus tak sengaja mengenai tuas pintu sehingga membuat pintu tiba-tiba terbuka saat tikungan tajam.

Sementara itu, Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Yoyok Kristyowahono menjelaskan, Anang ikut naik saat bus menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal.

Dia berdiri di dekat pintu belakang bus bersama Slamet. ”Pintu itu tidak tertutup rapat akhirnya kondektur terjatuh disusul pengamen,” ucapnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rizki Santoso mengungkapkan, pihaknya kini melakukan penyelidikan pada kasus jatuhnya seorang kondektur dan pengamen di terminal. Dirinya menduga peristiwa ini ada unsur kelalaian sehingga mengakibatkan korban tewas.

Guna proses penyelidikan, barang bukti bus telah diamankan di Terminal Kertajaya. ”Terkait peristiwa ini sudah kami terbitkan laporan polisi (LP) tipe A, sebab ada dugaan kelalain yang mengakibatkan kematian. Saat ini, kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (Din/RED)