Sampang, BeritaTKP.com – Warga Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dibuat penasaran dengan munculnya suara misterius yang berasal dari bawah permukaan tanah di sebuah lahan tembakau. Fenomena unik tersebut menjadi perbincangan luas setelah rekaman videonya viral di media sosial dan telah ditonton lebih dari 500 ribu kali.

Dalam video yang beredar, terdengar suara gemuruh menyerupai aliran air deras atau gelembung air yang keluar dari dalam tanah. Meski sumber suara tidak terlihat di permukaan, bunyinya terdengar cukup jelas hingga menarik perhatian warga. Untuk menandai lokasi tersebut, warga memasang sebatang kayu di titik yang diduga menjadi asal suara.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Gunungeleh, Nasuri, membenarkan adanya fenomena tersebut. Ia mengatakan suara yang terdengar sangat nyaring, bahkan menyerupai suara percikan air terjun, dan berasal dari salah satu titik di lahan sawah yang kini ditanami tembakau.

“Benar, suaranya nyaring seperti percikan air terjun. Kalau tidak salah, itu terjadi di sawah pecaton desa yang kini dikelola warga,” ujar Nasuri.

Menurutnya, fenomena itu sebenarnya bukan kejadian baru. Warga yang mengelola lahan mengaku suara aliran air dari bawah tanah sudah beberapa kali terdengar sejak lama, terutama ketika musim hujan. Namun, kemunculannya di tengah musim kemarau kali ini membuat warga semakin penasaran sekaligus khawatir.

Karena belum diketahui penyebab pastinya, pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait serta menyampaikan informasi kepada anggota DPRD agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kata warga yang mengelola lahan, fenomena suara air itu sudah lama terjadi. Kami sudah menyampaikannya ke anggota dewan dan juga pihak pemerintah,” kata Nasuri.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sampang dari daerah pemilihan setempat, Mohammad Ikbal Fatoni, mengaku telah turun langsung meninjau lokasi. Saat berada di lokasi pada Kamis lalu, suara misterius tersebut masih terdengar jelas dari bawah permukaan tanah.

Ikbal menjelaskan, warga sengaja tidak berani menggali atau membongkar titik yang mengeluarkan suara karena khawatir dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang untuk melakukan pengecekan dan kajian lapangan.

“Pengakuan warga pengelola lahan ke kami, mereka tidak berani membongkar tanah bersuara itu karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami masih akan berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan penyebabnya,” ungkap Ikbal.

Hingga kini, asal-usul suara yang menyerupai gemuruh air dari bawah lahan tembakau tersebut masih menjadi misteri. Pemerintah bersama BPBD berencana melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan apakah fenomena tersebut merupakan gejala alam biasa atau memiliki potensi membahayakan masyarakat di sekitar lokasi.(æ/red)