SITUBONDO, BeritaTKP.com – Kawasan pintu keluar Tol Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah aksi tawuran antarkelompok pemuda dilaporkan terjadi berulang kali dalam sepekan terakhir. Bentrokan di tepi jalan utama tersebut menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Peristiwa terbaru terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah pemuda terlibat aksi saling pukul di kawasan Exit Tol Suboh hingga membuat situasi di sekitar lokasi menjadi tegang.
Sejumlah pengendara sepeda motor maupun mobil dilaporkan memperlambat laju kendaraan. Bahkan, beberapa di antaranya memilih berhenti untuk menghindari kemungkinan terkena dampak bentrokan.
Tawuran Terjadi pada Malam Hari
Seorang saksi mata bernama Andi mengaku melihat langsung aksi saling pukul antarkelompok pemuda saat melintas di lokasi kejadian.
Menurutnya, keributan tersebut mengganggu kenyamanan sekaligus menimbulkan risiko bagi pengendara yang sedang melintas di jalur tersebut.
“Tadi sekitar pukul 23.00 WIB terjadi brawijaya di pinggir jalan Exit Tol Suboh. Ini sangat mengganggu dan membahayakan pengendara. Saya sendiri sempat berhenti dari jarak dekat karena takut jadi korban salah sasaran,” ungkap Andi, Minggu (11/10/2026).
Warga Sebut Sudah Dua Kali Terjadi dalam Sepekan
Berdasarkan informasi warga sekitar yang dihimpun Andi di lokasi, kejadian tersebut bukan yang pertama. Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, kawasan Exit Tol Suboh disebut telah dua kali menjadi lokasi bentrokan antarkelompok pemuda.
Area tersebut diketahui kerap menjadi tempat berkumpul anak muda. Namun, berulangnya keributan membuat masyarakat dan pengguna jalan merasa khawatir terhadap keselamatan mereka.
Kondisi ini memunculkan harapan agar kawasan pintu keluar tol tersebut kembali aman dan dapat digunakan tanpa rasa takut oleh masyarakat.
Warga Minta Polisi Tingkatkan Patroli
Masyarakat dan para pengendara meminta aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di sekitar Exit Tol Suboh, terutama pada malam hari ketika kerumunan pemuda berpotensi memicu gangguan keamanan.
Patroli rutin dan penertiban di titik-titik yang dinilai rawan menjadi langkah yang diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Mohon kepada pihak berwajib untuk rutin melakukan patroli dan menindak tegas keributan di kawasan tersebut sebelum jatuh korban jiwa,” pungkas Andi.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan resmi mengenai identitas pihak-pihak yang terlibat maupun langkah penanganan dari kepolisian setempat. Informasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kronologi dan perkembangan kasus tersebut.(æ/red)





