Mojokerto, BeritaTKP.com – Pihak wisata kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Serjo Mojokerto tutup sementara empat jalur pendakian gunung di wilayahnya, lantaran cuaca ekstrem.

Petigas akan melakukan patroli dan jika penaki nekat melakukan pendakian, maka ancamannya namanya akan diblacklist.

Kepala Resort Pengelolaan Hutan (RPH) 08 Pengendali Ekosistem Hutan, Tahura R Soerjo, Ni Luh Novyanthi mengatakan petugas Tahura R Soerjo akan melakukan operasi rutin dan menindak tegas untuk pendaki yang nekat mendaki gunung selama penutupan tersebut.

Foto ilustrasi.

“Kita akan patroli rutin jika ada pendaki berarti mereka ilegal, kita akan tindak dan sanksi peringatan satu kali. Namun jika yang bersangkutan tercatat sudah pernah diperingatkan maka namanya akan diblacklist dari pendakian di Arjuno-Welirang,” ungkapnya, Selasa (11/10/2022).

Ni Luh melanjutkan, nantinya akan ada aplikasi yang mencatat pelanggaran pendaki di kawasan Tahura R Soerjo. Penutupan sementara jalur pendakian mulai tanggal 9-15 Oktober 2022, namun kemungkinan bakal diperpanjang jika kondisi cuaca ekstrem semakin parah.

“Kita ada sistem aplikasi jadi ada nama-nama pindaki yang diblacklist akan muncul sehingga otomatis jika mereka masuk dalam daftar blacklist tidak akan bisa melakukan pendakian di kawasan Tahura. Kalau ada siaran masih cuaca ekstrem otomatis akan kita perpanjang lagi hingga batas waktu yang belum ditentukan,” tegasnya.

Diketahui, empat jalur pendakian gunung di kawasan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo Mojokerto yang ditutup sementara tersebut adalah jalur yakni Gunung Welirang-Arjuno, Gunung Pundak dan Watu Jengger. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi kejadian tidak diinginkan selama cuaca berpotensi ekstrem. (Din/RED)