
Ponorogo , BeritaTKP.com– Peristiwa tragis terjadi di Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Empat anak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kedung atau cekungan air yang berada di bawah jurang, Jumat (6/2/2026).
Perangkat Desa Sidoharjo, Suwarto, menyampaikan bahwa keempat korban masing-masing bernama Jihan, Arpin, Sakila, dan Alwi. Dari empat korban tersebut, tiga merupakan anak perempuan dan satu anak laki-laki.
Suwarto menjelaskan, tiga korban masih berstatus siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sementara satu korban lainnya duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar.
Lokasi penemuan berada di area perbukitan dan jurang, masuk wilayah Dukuh Sidowayah, dengan jarak sekitar 500 meter dari permukiman warga.
“Lokasinya di bawah bukit dan jurang, jaraknya sekitar 500 meter dari rumah warga,” kata Suwarto, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, kedung tempat para korban ditemukan bukan sungai dan tidak memiliki aliran air. Kedung tersebut berupa cekungan dengan tebing di sisi kanan dan kiri.
“Ndak dalam sebetulnya. Bukan sungai, juga nggak ngalir. Cuma jurangan, kanan kiri tebing. Kedalamannya sekitar 150 sentimeter,” jelasnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti siapa yang pertama kali menemukan jasad keempat anak tersebut. Setelah dievakuasi, jenazah para korban dibawa ke balai desa sekitar pukul 12.30 WIB.
“Jam kejadiannya belum ada yang tahu. Yang tahu pertama juga belum jelas. Tahu-tahu sudah sampai sini, sudah meninggal,” ungkap Suwarto.
Ia menduga orang tua korban yang pertama kali menemukan dan mengevakuasi anak-anak tersebut. Namun, pihak desa belum dapat mengonfirmasi lebih jauh karena keluarga korban masih dalam kondisi berduka.
“Kemungkinan yang tahu dan yang nolong itu orang tuanya. Yang ngambil dan membawa ke sini juga orang tua. Tapi belum bisa dikonfirmasi,” katanya.
Diketahui, keempat korban masih memiliki hubungan kekerabatan dan tinggal di lingkungan yang sama. Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian keempat anak tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus tenggelamnya anak-anak di wilayah Jawa Timur, dan menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak, terutama di area rawan seperti jurang dan cekungan air.(æ/red)





