REMBANG, BeritaTKP – Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi tragedi. Perselisihan antara seorang paman dan keponakan berujung pada perkelahian yang menyebabkan salah satu dari mereka meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Magersari, Kabupaten Rembang, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 06.46 WIB.
Korban diketahui bernama Rohmat Supriyanto (49). Sementara pihak yang diamankan polisi merupakan keponakannya sendiri berinisial AUM (16). Karena masih di bawah umur, proses pemeriksaan terhadap AUM dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku bagi anak.
KBO Reskrim Polres Rembang, Iptu Dr. Widodo Eko Prasetiyo, mengatakan hubungan antara korban dan AUM sebelumnya memang diketahui tidak harmonis. Perselisihan keluarga tersebut diduga berkaitan dengan persoalan harta warisan.
“Hubungan antarkeluarga keduanya memang sudah tidak harmonis karena sebelumnya ada konflik terkait perebutan harta warisan,” ujar Widodo.
Berawal dari Saling Pepet di Jalan
Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika AUM hendak berangkat ke sekolah untuk mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Saat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Raya Lingkar Selatan Rembang, tepatnya di kawasan Dukuh Jeruk, Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori, kendaraan AUM diduga dipepet dan disenggol oleh korban.
AUM kemudian tetap melanjutkan perjalanan ke arah barat. Namun, persoalan tersebut ternyata belum berakhir.
Ketika keduanya tiba di Jalan Nusa Indah, tepat di depan Hotel Green Doorz, Desa Magersari, korban kembali diduga memepet sepeda motor yang dikendarai AUM.
Keduanya kemudian berhenti dan turun dari kendaraan.
Menurut keterangan polisi, AUM turun dari sepeda motornya sambil melepaskan helm. Setelah itu terjadi aksi saling pukul antara keduanya.
“Pelaku turun dari motor sambil melepaskan helm, kemudian terjadi pemukulan menggunakan helm dan saling pukul,” tutur Widodo.
Sempat Dilerai Warga
Perkelahian tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang berada di lokasi kemudian berusaha melerai keduanya agar pertikaian tidak semakin meluas.
Namun, setelah perkelahian berhenti, Rohmat tiba-tiba terjatuh.
Warga kemudian memberikan pertolongan kepada korban. Namun, nyawa Rohmat tidak berhasil diselamatkan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara AUM diamankan warga dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya dua unit sepeda motor yang digunakan korban dan AUM serta sebuah helm hitam merek Honda.
Jenazah Diperiksa Tim Medis
Jenazah Rohmat kemudian menjalani pemeriksaan medis oleh Tim Biddokkes Polda Jawa Tengah. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kabar meninggalnya Rohmat membuat keluarga terpukul. Salah seorang anak korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, almarhum meninggalkan tiga orang anak, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.
Di sisi lain, AUM yang masih berusia 16 tahun menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Rembang. Polisi juga telah melakukan gelar perkara untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Penyidik masih mendalami keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian Rohmat dan rangkaian kejadian yang melatarbelakanginya.
Kasus duel maut antara paman dan keponakan tersebut kini masih dalam penanganan Polres Rembang. Persoalan keluarga yang diduga dipicu konflik warisan itu kini berujung pada proses hukum dan meninggalkan duka bagi keluarga korban.(æ/red)





