SIKKA, BeritaTKP.com — Operasi pencarian terhadap tiga penyelam yang belum ditemukan setelah terpisah dari rombongan saat melakukan diving di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung.

Tiga penyelam yang masih dicari terdiri dari dua warga negara (WN) Irlandia dan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan pemandu penyelaman.

Keduanya WN Irlandia tersebut yakni Dervla Mulligan (28) dan Darragh Mc Kiernan (27). Sementara satu penyelam lainnya adalah Frederik Horipun (39), dive guide asal Indonesia.

Satu penyelam lain, Patricia Retter (42), warga negara Austria, telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh seorang nelayan.

Empat Penyelam Terpisah dari Rombongan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 Wita ketika enam orang melakukan penyelaman di perairan Pulau Panga Batang.

Rombongan tersebut terdiri dari dua pemandu penyelaman WNI dan empat warga negara asing. Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok yang terdiri dari seorang guide WNI dan seorang warga negara asing berhasil kembali ke permukaan. Namun, empat orang dari kelompok lainnya belum kembali.

Menurut informasi awal yang diterima tim SAR, kondisi arus di lokasi penyelaman saat itu cukup kuat. Pihak pemandu kemudian meminta bantuan untuk melakukan pencarian.

Satu Penyelam Ditemukan Selamat

Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere kemudian mengerahkan tim SAR gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa menuju lokasi kejadian.

Tim mulai melakukan penyisiran di permukaan laut sekitar lokasi pada pukul 16.00 Wita.

Sekitar 30 menit kemudian, tim mendapatkan informasi bahwa Patricia Retter ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale, Maumere.

Patricia kemudian dibawa menuju Nangahale untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya Patricia, tiga penyelam lainnya masih dinyatakan dalam pencarian.

Pencarian Diperluas

Pada pukul 17.45 Wita, tim SAR gabungan memperluas operasi pencarian dengan menggunakan skoci.

Selain penyisiran di permukaan laut, tim juga memanfaatkan drone thermal untuk membantu memantau wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian.

Fathur mengatakan seluruh sarana yang tersedia terus dioptimalkan untuk menemukan tiga penyelam yang masih belum diketahui keberadaannya.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia dalam operasi pencarian ini,” ujar Fathur.

Tim SAR Gabungan Dikerahkan

Operasi SAR hari pertama melibatkan sejumlah unsur, di antaranya tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Ditpolair Polda NTT, Satpolair Polres Sikka, serta Lanal Maumere.

KN SAR Puntadewa menjadi salah satu sarana utama dalam operasi tersebut.

Hingga Minggu sore, dua WN Irlandia dan satu WNI masih dalam pencarian, sementara satu WNA asal Austria telah ditemukan dalam kondisi selamat. Tim SAR masih melakukan penyisiran untuk mencari ketiga penyelam yang belum ditemukan.(æ/red)