Pamekasan, BeritaTKP.com – Dua orang sopir dari 27 sopir bus pengantar calon jemaah haji 2023 asal Kabupaten Pamekasan, terindikasi positif narkoba. Alhasil, panitia penyelenggara haji Pamekasan terpaksa mengganti kedua sopir tersebut.
Sarah selaku Juru bicara tim dokter kesehatan calon haji Pamekasan, mengatakan bahwa hal ini dapat diketahui setelah pihak tim kesehatan melakukan tes urine kepada seluruh sopir bus pengantar calon haji.

Tak hanya itu, Dokter umum di Puskesmas Kowel juga menyampaikan bahwa telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seribu lebih calon haji dan melakukan tes urine kepada 27 sopir bus. Dari tes tersebut, ditemukan 2 sopir diantaranya positif narkoba.
Karena itu, tim kesehatan langsung meminta gar kedua sopir tersebut diganti. Selain itu, tim kesehatan haji Pamekasan juga melaporkan hasil tes urine positif narkoba tersebut ke Polres Pamekasan.
Sarah menjelaskan satu di antara dua sopir yang terdeteksi positif narkoba itu memiliki riwayat pernah dirawat di rumah sakit. Apabila yang bersangkutan mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, jika dilakukan tes urine akan terdeteksi positif.
Terlepas temuan positif itu, karena mengkonsumsi atau karena efek obat-obatan dari dokter saat di rumah sakit, keduanya tetap berefek sedasi. Sedasi sendiri merupakan suatu keadaan terjadinya penurunan kepekaan terhadap rangsangan dari luar, karena ada penekanan sistem saraf pusat yang ringan dan kondisi tersebut berpotensi menghasilkan penurunan tingkat kesadaran.
Karena dinilai pengaruh obat-obatan terseut dalam menimbulkan rasa mengantuk dan menghilangkan rasa cemas tanpa kehilangan komunikasi lisan, tim kesehatan menyarankan untuk mengganti kedua sopir. “Karena ada efek samping yang bikin sedasi, jadi kami menyarankan untuk mengganti kedua sopir bus pengangkut calon haji tersebut,” kata Sarah.
Secara terpisah, Kapolres Pamekasan AKBP Santria Permana membenarkan adanya temuan dua sopir pengangkut calon haji yang dinyatakan positif mengonsumsi obat-obatan tersebut. “Satuan Narkoba Polres Pamekasan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Satria. (Din/RED)





