Surabaya, BeritaTKP.com – Dua kelompok pengunjung Chug Bar yang ada di Jalan Arief Rahman Hakim, terlibat aksi perkelahian, pada Jum’at (6/1/2023) kemarin dini hari. Akibat kericuhan tersebut, satu orang mengalami luka usai saling jotos.
Salah satu pengunjung bernama Amir mengatakan jika aksi tawuran yang terjadi sekitar pukul 01.36 WIB tersebut diduga dipicu saling senggol antar pengunjung di bagain meja belakang saat sama-sama menikmati musik tang yang dimainkan disc jokcey (DJ).

Sesaat sebelum acara selesai, tiga hingga empat orang yang diduga terpengaruh minuman keras (miras) tiba-tiba berteriak ke pengunjung lain dengan nada menantang. Sontak, insiden perkelahian pun tak terelakkan.
Aksi keributan itu sempat diredam pihak keamanan Chug Bar dengan menarik salah satu kelompok pengunjung turun ke lantai bawah. Namun, karena kalah jumlah, aksi tawuran kembali terjadi lantai 1 hingga merembet ke parkiran.
Kapolsek Sukolilo Kompol M Sholeh saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tawuran itu. Saat ini, pihaknya sudah meminta anggota untuk memanggil pihak manajemen dari Chug Bar guna dimintai keterangan. “Akan kami dalami dan panggil pihak manajer dari Chug Bar terkait tawuran semalam,” kata Sholeh.
Salah satu pegawai Chug berinisial H yang bertugas sebagai guard atau pengamanan menjelaskan, pihaknya telah menengahi konflik pengunjung yang terlibat gesekan itu. Hal tersebut dilakukan agar bentrokan tak semakin runyam. “Kita selalu antisipasi dan berusaha membubarkan pengunjung yang berkelahi,” kata H.
Sementara itu, security Klampis Indah III yang bernama Minhat mengungkapkan bahwa aksi tawuran dan perkelahian sering dilakukan oleh pengunjung Chug Bar. Karena itu, ia pada saat kejadian mewanti guard Chug Bar agar segera menyelesaikan masalah tersebut.
“Pengunjung Chug Bar kalau mabuk sering bikin resek. Yang terdampak masyarakat sekitar. Pernah sampai masuk perumahan dan permukiman warga. Menyusahkan dan mengganggu kenyamanan warga,” kata dia.
Minhat menyampaikan, kejadian rusuh sering terjadi di Chug Bar. Jika terus membuat keributan, maka dirinya bersama warga setempat tak segan untuk menutup cafe malam tersebut sesuai kesepakatan awal. (Din/RED)





