Semarang, BeritaTKP.com – Seorang driver ojol di Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban penganiayaan. Driver ojol itu dipukuli hingga babak belur di SPBU Majapahit, Semarang.

Driver ojol dipukuli di SPBU Majapahit, Semarang, pada Sabtu (24/9/2022). Kejadian berawal saat korban berinisial HPS mengantre bensin di SPBU Majapahit, Semarang. Di tengah antrean, ada tiga motor yang tidak bergerak maju meski sudah keadaan antrian sudah tampak lengang.

“Oleh korban diminta tolong agar maju ke depan yaitu dengan kalimat ‘Mas tolong maju, depan sudah longgar tuh’,” kata Kapolsek Pedurungan Kompol Dian Novitasari, Selasa (27/9/2022).

Lalu, pemotor yang di depan HPS yang merupakan pelaku meminta agar HPS sabar. Tiba-tiba, pelaku yang lain tanpa basa-basi langsung memukul korban.

“Kemudian rekan pelaku yang memakai jaket hitam ikut-ikutan memukuli korban dengan menggunakan helmnya dan mengenai muka dan bagian tubuh yang lain, sehingga korban terjatuh dari motornya dan mengalami luka luka,” ucap Dian.

Pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, satu pelaku pemukulan diamankan oleh rekan korban sesama ojol. Dia dibawa ke Mapolsek Pedurungan dalam kondisi babak belur karena dihajar oleh massa.

Identitas pelaku tersebut belum diketahui. Pelaku juga tersebut sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara akibat luka-luka.

“Dikarenakan mengalami luka dan tidak sadar selanjutnya Pawas dan Piket Fungsi membawa orang tersebut RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan dari medis segera,” kata Kapolsek Pedurungan Kompol Dian Novitasari.

Setelah berhasil diamankan, pelaku tersebut dirawat di rumah sakit karena luka-luka akibat dihajar massa. Namun, pelaku meninggal dunia usai mendapat perawatan.

“Pelaku, lalu dikabarkan tewas usai sempat mendapat perawatan di RS Bhayangkara. Jam 11 (malam) atau jam 12 kita dapat kabar itu,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan.

Pelaku tersebut tewas lantaran dipukuli oleh rekan korban yang merupakan sesama ojol.

“Jadi ada dua kejadian, (korban) ojol yang pertama pelakunya dua. Satu yang meninggal (pelaku penganiaya driver ojol) itu ternyata yang satu ini meninggalnya karena dikeroyok oleh rekan-rekan sesama ojol juga,” jelas Donny.

Soal ojol dikeroyok di Semarang, polisi mengamankan lima orang usai tewasnya pelaku pemukulan. Lima orang yang diamankan semuanya berstatus sebagai saksi.

“Terkait itu untuk korban yang meninggal dunia para saksi-saksi dan tersangka sudah diamankan. Ada sekitar lima orang, dua orang di antaranya diduga pelaku juga sudah diamankan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan, Selasa (27/9/2022). (RED)