Surabaya, BeritaTKP.com – Sebuah rumah milik warga di Jalan Lawang Seketeng V/36 ludes dilalap api. Beruntung, peristiwa yang melanda rumah milik warga bernama Nurul (58) tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dikarenakan rumah tersebut memang dalam keadaan kosong karena ditinggal penghuni rumah nonton Parade Surabaja Juang di Tugu Pahlawan. “Penghuni rumah ada empat dan baru 15 menit keluar rumah untuk lihat Parade Surabaja Juang,” ungkap Asep, salah satu tetangga Nurul.

Menurut Asep, saat itu pulang dari mengaji di gang sebelah. Sampai di Lawang Seketeng Gang IV mencium bau sangit seperti bakar-bakar sampah. Saat itu apinya masih belum membesar.

Selanjutnya, dia pulang sebentar ke rumah di gang V ganti baju. Kemudian kembali ke rumah yang terbakar dan api sudah membesar. Lalu dia bersama warga lainnya mendobrak pintu, api sudah membesar di bagian dapur.

Kata Asep, untuk penyebabnya, menurut yang ia dengar dari warga, diperkirakan api berasal dari kompor. Penghuni rumah diduga memanaskan makanan, namun lupa untuk kembali mematikan kompor. Namun, ada dugaan lain yang menyebutkan api berasal dari air conditioner (AC).

“Tadi saya sempat memvideo dan terdengar ledakan dari dalam. Rumah yang terbakar itu setiap hari Minggu jual gado-gado,” jelas Asep.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno membenarkan yang terbakar perabotan rumah, atap bagian dapur, dan ruang keluarga. Ada dugaan korsleting listrik. “Ada dugaan korsleting listrik,” kata Sutrisno.

Berdasarkan informasi di lokasi, berhasil disimpulkan bahwa kebakaran tersebut diketahui oleh tetangga sekitar pukul 11.00 WIB, saksi awal mengaku mencium bau sangit dan melihat asap putih yang keluar dari dalam rumah berukuran 4×10 meter tersebut. “Kemudian warga mengecek api sudah membesar dari dalam rumah,” ungkap Sutrisno.

Selanjutnya, warga melapor ke Polsek Genteng dan jajaran samping melalui command center 112. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas PMK berhasil memadamkan api sekitar pukul 12.02.

Rumah yang terbakar dihuni dua kepala keluarga (KK), tiga jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. “Tidak ada korban jiwa. Saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong ditinggal pergi penghuninya,” tandas Sutrisno.

Dilain sisi, menurit Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya yaitu Dedik Irianto mengatakan, saat kebakaran terjadi, seluruh penguni rumah sedang melihat Parade Surabaja Juang di Tugu Pahlawan.

Menurut penghuni rumah, sebelum melihat parade, sudah menghidupkan kompor tapi sudah dimatikan saat keluar. “Jadi ikut nonton, jadi rumah itu ditinggali oleh anaknya. Terus sama-sama nonton itu (parade). Terus balik, nyalain kompor tapi sudah dimatikan. Tapi anaknya tidak ada di tempat, yang ibunya sudah pulang,” jelas Dedik. (Din/RED)