Jakarta, BeritaTKP.com — Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap dugaan keterkaitan antara aksi penikaman di sebuah sekolah di wilayah Moskow, Rusia, dengan insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pada 2025. Dugaan tersebut muncul berdasarkan temuan simbol dan narasi yang digunakan oleh pelaku penikaman.

Juru Bicara Densus 88 Polri Kombes Mayndra Eka menjelaskan, pelaku penikaman di Odintsovo, Moskow, berinisial TK (15), melakukan serangan pada 16 Desember 2025. Dalam insiden tersebut, satu siswa berusia 10 tahun tewas, sementara seorang petugas keamanan mengalami luka.

Menurut Densus 88, terdapat indikasi kuat bahwa pelaku terinspirasi oleh insiden ledakan di Jakarta. Hal itu diperkuat dengan temuan tulisan “Jakarta Bombing 2025” pada gagang senjata yang digunakan pelaku saat melakukan penyerangan.

Tulisan tersebut diketahui dari foto swafoto pelaku bersama senjata yang kemudian diunggah ke sebuah komunitas daring bertema kejahatan nyata atau true crime community. Unggahan tersebut menjadi salah satu dasar analisis keterkaitan ideologis antara kedua peristiwa.

Densus 88 menilai kasus ini sebagai bagian dari fenomena global paparan ideologi kekerasan ekstrem terhadap anak dan remaja. Pola imitasi lintas negara disebut menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan radikalisme dan kekerasan ekstremisme di kalangan usia muda.

Sebagai informasi, insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada November 2025 dan dilakukan oleh seorang pelajar. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan siswa mengalami luka-luka dan menjadi perhatian serius aparat keamanan.

Sementara itu, otoritas Rusia masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi penikaman di sekolah Odintsovo. Pelaku telah diamankan, dan proses hukum masih berjalan.

Densus 88 menegaskan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas daring anak serta penguatan peran keluarga dan sekolah guna mencegah penyebaran ideologi kekerasan ekstrem di kalangan pelajar.(æ/red)