Pasuruan, BeritaTKP.com – Delapan orang warga Kabupaten Pasuruan menjadi korban dalam kericuhan selepas duel lanjutan Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kajuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam lalu.

Delapan orang tersebut antara lain Agus Riansyah Pratama Putra (20), warga Kelurahan/Kecamatan Purwosari. Kemudian Muhammad Rian Akbar (17), warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur. Lalu Hendrik Gunawan (21), warga Dusun Sudimoro, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi. Mohammad Andre, warga Dusun Kedanten Wetan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Pratiwi, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari. Khusaini, warga Dusun Kedanten Wetan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Kemudian dua orang dari Kecamatan Rejoso yakni M Nizamudin (15) dan Hadi Nata.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf merasa turut prihatin dengan kejadian yang menimpa ratusan warga tersebut. Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan tersebut ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga para supporter Aremania. Terlebih dari ratusan orang meninggal, sebagian kecil ada yang merupakan warga Kabupaten Pasuruan.

“Ada beberapa orang yang ternyata warga kami. Atas nama pribadi dan Pemkab Pasuruan, saya sampaikan rasa bela sungkawa kepada seluruh keluarga korban. Saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan,” kata Irsyad, Minggu (02/10/2022) kemarin siang.

Untuk warga Kabupaten Pasuruan sendiri, Gus Irsyad mengintruksikan seluruh camat untuk menginventarisir data para korban sampai betul-betul fix.

Selain para camat, ia juga meminta Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Bangil dan Direktur RSUD Grati untuk juga pro aktif dan memberikan pertolongan medis kepada para korban yang mengalami luka-luka secara maksimal. Serta memfasilitasi penjemputan terhadap jenazah para korban.

“Saya perintahkan semua camat untuk update data sekaligus menginventarisir semua warganya yang menjadi korban kemarin malam. Baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Harus update terus sampai betul-betul fix datanya. Untuk yang meninggal dunia saya minta petugas RSUD Bangil dan Grati untuk bisa memfasilitasi penjemputan, dan yang luka-luka segera diobati,” jelasnya.

Terhadap para korban, Irsyad berdoa agar seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan para keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan. “Saya ikut berduka atas musibah yang terjadi kemarin malam. Mudah-mudahan seluruh amal ibadah para supporter Aremania diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” harapnya.

Di akhir pernyataannya, Kepala Daerah yang juga bergelar doktor ini berharap agar tak ada kejadian serupa yang terulang kembali. Lantaran tak ada sepakbola seharga 1 nyawa manusia.

“Tidak ada sepakbola seharga satu nyawa sekalipun. Semoga ada hikmah di balik semua ini. Mudah-mudahan negara bisa segera menyelesaikan permasalahan ini semua di tengah meningkatnya prestasi sepakbola negeri kita di mata dunia,” tutupnya. (Din/RED)