SABU RAIJUA, BeritaTKP.com – Peristiwa tragis terjadi di Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Seorang ibu rumah tangga berinisial OMR alias Orpa berusia 37 tahun meninggal dunia setelah diduga diserang oleh suaminya sendiri, MLPG alias Marthen berusia 42 tahun.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 01.00 WITA di dalam kamar rumah pasangan tersebut. Polisi menyebut insiden bermula dari pertengkaran rumah tangga terkait uang untuk membeli seragam sekolah anak mereka.

Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis, menjelaskan bahwa saat itu korban meminta uang kepada pelaku untuk kebutuhan seragam sekolah anak. Namun, permintaan tersebut memicu perdebatan karena pelaku menyinggung soal dana bantuan Program Keluarga Harapan atau PKH sebesar Rp1,4 juta yang sebelumnya disebut telah diberikan kepada korban.

Cekcok mulut itu kemudian semakin memanas. Polisi menduga pelaku mengambil senjata tajam yang berada di dalam kamar dan menyerang korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Saat kejadian berlangsung, anak korban berinisial MAK yang berusia 14 tahun mendengar suara dari dalam kamar. Karena panik, anak tersebut langsung berlari keluar rumah untuk meminta bantuan kepada tetangga bernama Albertina Teni.

Sejumlah warga kemudian datang ke lokasi untuk membantu. Namun, mereka tidak bisa langsung masuk karena pintu kamar terkunci dari dalam. Polisi menyebut warga juga sempat mendengar pelaku melarang siapa pun mendekat karena masih memegang senjata tajam.

Tidak lama setelah itu, pelaku keluar dari kamar dan mendatangi rumah tetangganya. Di hadapan warga, pelaku mengaku telah menghabisi istrinya.

Pelaku kemudian menyerahkan diri dan langsung diamankan oleh anggota kepolisian. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif sementara peristiwa ini diduga dipicu oleh pertengkaran terkait permintaan uang untuk kebutuhan seragam sekolah anak.

Barang bukti yang disita polisi antara lain sebilah senjata tajam bergagang kayu berwarna hitam serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Sementara itu, hasil pemeriksaan tim medis UPTD Puskesmas Seba menemukan luka pada tubuh korban. Polisi juga menduga terdapat luka pada bagian tangan korban yang kemungkinan terjadi saat korban berusaha melindungi diri.

Kasus ini kini masih ditangani oleh Satreskrim Polres Sabu Raijua untuk proses hukum lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan. Masalah ekonomi, kebutuhan anak, maupun perbedaan pendapat seharusnya dibicarakan dengan kepala dingin atau melibatkan pihak keluarga maupun pendamping yang bisa membantu menengahi.(æ/red)