Surabaya, BeritaTKP.com – Program Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (EKO-TREN) yang dikembangankan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, kini berhasil menyediakan sebanyak 4.125 lapangan kerja. Banyaknya lapangan kerja tersebut juga menurunkan tingkat penganguran sekaligus menurunkan jumlah penduduk miskin sebanyar 13.240 orang pada maret 2021. Atas capaian tersebut, EKO-TREN berhasil memasuki Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022 dengan Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
“Alhamdulillah, Jawa Timur ini gudangnya pesantren. Capaian Top KIPP menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya sebagai penguat dalam pendidikan dan agama, namun juga penggerak kemandirian ekonomi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di masyarakat,” ucap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (29/7/2022).
Inovasi EKO-TREN telah dianggap memenuhi aspek penilaian. Meliputi ringkasan 5 persen, ide inovatif 20 persen, signifikansi 25 persen, kontribusi terhadap capaian TPB 5 persen, adaptabilitas 20 persen, keberlanjutan 20 persen, serta kolaborasi pemangku kepentingan.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Selain itu, EKO-TREN juga berhasil mendongkrak peningkatan omzet usaha pesantren dari Rp1,056 triliun menjadi Rp4,798 triliun. Lalu peningkatan aset yang semula Rp796 miliar menjadi Rp3,92 triliun. Tak hanya itu, kontribusi kepada pesantren juga meningkat 30-75 persen dari kebutuhan operasional pondok pesantren.
Keberhasilan EKO-TREN telah disimulasikan pada 8 kabupaten/kota di Jatim. Yakni, Kota Madiun, Kanupaten Probolinggo, Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang, Kabupatne Gresik, dan Kabupaten Blitar. Selain 8 Kabupaten/Kota di Jatim, EKO-TREN juga telag dikembangkan di Kalimantan Selatan.
“Inovasi ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, bisnis dan komunitas. Ini kemudian menjadi bentuk kerja bersama yang konkrit dan berkesinambungan. Jadi, mari samakan frekuensi untuk mensukseskan EKO-TREN agar lebih memberikan multiplier effect untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Khofifah.
Seperti diketahui bersama, pendaftaran KIPP Tahun 2022 dimulai pada Maret-April 2022 dengan jumlah total pendaftar sebanyak 3.378 inovasi yang terbagi dalam inovasi kategori Umum dan Khusus. Dari jumlah pendaftar tersebut ditetapkan 230 finalis, dengan rincian 198 kategori Umum dan 32 Kategori Khusus.
Lalu pada 13 Juli 2022, Tim Panel Independen (TPI) melaksanakan Sidang Pleno untuk menentukan TOP 99 Kategori Umum dan TOP 15 Kategori Khusus. Setelahnya, dilakukan tahapan presentasi dan wawancara yang dilanjutkan dengan verifikasi vapangan.
Tak hanya EKO-TREN, 10 inovasi pemerintah kabupaten/kota di Jatim juga masuk dalam TOP Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP 2022, antara lain; GEMPUR JATIM dari BPOM, KAPITEN PASURUAN GETAS JUARA dari Kabupaten Pasuruan, GEBRAKAN SUSI PASTI dari Kabupaten Lumajang, Homestay Naik Kelas dari Kabupaten Banyuwangi, SIPRAJA dari Kabupaten Sidoarjo, SMART GERDANA dari Kabupaten Trenggalek, SIP BANGET dari Kota Batu, Profit M-TECH dari Kota Madiun, ROTI 7 LAPIS dari Kota Surabaya, serta BUMI KRAKSAAN dari Kabupaten Probolinggo. (Din/RED)





