Jawa Tengah, BeritaTKP.com – 18 Ekor macan tutul atau kumbang dengan (Panthera pardus melas) diketahui hidup dan berkeliaran di Pulau Nusakambangan. Namun insting mereka disebut tidak akan menyerang manusia karena ketersediaan makanan yang cukup.
“Secara keseluruhan yang terpantau berdasarkan hasil pemantauan sekitar 18 ekor, namun perlu dipantau kembali secara keseluruhan titik dengan metode dan strategi sesuai dengan standar inventarisasi pemantauan jenis satwa liar,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah Cilacap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah Dedi Rusyanto, di Cilacap, Rabu (3/11) lalu.
Khusus di wilayah Cagar Alam Nusakambangan bagian timur, dia menyebut jumlahnya ada empat ekor macan tutul. Hal itu berdasarkan pantauan BKSDA melalui kamera perangkap atau camera trap.
Sisanya, lanjut dia, tersebar di seluruh wilayah konservasi Nusakambangan.
Menurut Dedi, kemunculan macan tutul di wilayah Cagar Alam Nusakambangan bagian timur di antaranya karena wilayah ini merupakan koridor pergerakan kehidupan macan tutul Jawa itu.
“Kehidupan macan tutul di sana memiliki insting tidak menyerang manusia, sebab ketersediaan makanan di dalam masih terbilang cukup seperti babi hutan, kancil, kijang, dan sejumlah hewan lainnya,” kata Dedi.
Terkait dengan hal itu, pihaknya bersama pemangku kepentingan lainnya berupaya menjaga keberlangsungan ekosistem Nusakambangan melalui kegiatan patroli maupun penanaman pohon.
Pihaknya juga rutin menyosialisasikan kepada masyarakat setempat agar tidak mengganggu atau memburu satwa liar yang dilindungi tersebut.
Pihak yang melanggar ketentuan itu, kata dia, akan dijerat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda Rp 500 juta.
Disinggung mengenai rekaman video yang viral di media sosial yang menyebutkan seekor macan tutul Jawa di Nusakambangan terekam video amatir warga, pihaknya belum bisa memastikan lokasinya benar di Nusakambangan atau di tempat lain.
Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar di media sosial itu terlihat seekor macan tutul berjalan santai saat diabadikan melalui kamera warga dari atas sebuah mobil dengan jarak dekat dan disebutkan jika lokasinya di Pulau Nusakambangan.
“Saya belum bisa memastikan. Masih saya telusuri sumber informasinya yang benar,” kata Dedi. (RED)






