Surabaya, BeritaTKP.com – Aparat Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menembak mati Agus Sulaiman Fadli, begal yang dikenal dengan julukan “raja tega”. Saat ini, polisi masih mendalami jaringan kejahatan yang diduga terafiliasi dengan pelaku.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan penyelidikan difokuskan pada keterlibatan Agus dengan kelompok lain. Hal itu dilakukan mengingat pelaku bukan pemain baru dan telah beraksi sejak 2015.
“Pelaku ini sudah lama beraksi dan hampir selalu melukai korban, bahkan pernah menyerang anggota polisi. Karena itu kami mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” ujar Jumhur, Senin (22/12/2025).
Dalam proses pengembangan kasus, polisi juga menggali keterangan dari Hasan, rekan Agus, yang telah lebih dulu diamankan dan kini ditahan di Polres Lumajang.
“Dari teman pelaku atas nama Hasan, kami mendapatkan banyak informasi terkait keberadaan dan teman-teman Agus. Ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kasus,” jelasnya.
Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam aktivitas Agus saat beraksi.
“Ada rekaman CCTV yang sedang kami dalami sebagai bagian dari penyelidikan jaringan pelaku,” tambah Jumhur.
Riwayat Kejahatan
Sebelumnya, Agus Sulaiman Fadli (30), warga Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, menjadi buronan polisi setelah membacok seorang anggota kepolisian, Aiptu Susanto, pada Kamis (11/12/2025).
Setelah dilakukan pengejaran intensif, tim Jatanras Polda Jatim akhirnya melacak keberadaan pelaku di wilayah Pasuruan. Agus tewas ditembak saat dilakukan upaya penangkapan karena melakukan perlawanan.
“Pelaku terpaksa kami tindak tegas karena melawan dan membahayakan petugas saat hendak ditangkap,” tegas Jumhur.
Polda Jawa Timur memastikan proses penyelidikan masih terus berlanjut guna mengungkap jaringan kejahatan yang terkait dengan Agus serta mencegah terulangnya aksi kriminal serupa.(æ/red)





