PARIGI MOUTONG, BeritaTKP – Bencana banjir bandang menerjang wilayah Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan air sungai meluap hebat hingga menghantam permukiman warga dan menutup badan jalan utama.
“Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga air sungai meluap hingga ke jalan dan permukiman,” ungkap Plt. Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, Rabu (26/8/2026).
Dampak Kerusakan dan Korban Terdampak
Berdasarkan data sementara dari Pusdalops BPBD Parimo hingga Rabu pagi, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, terjangan arus deras menimbulkan kerugian materiel yang cukup parah:
Permukiman Terdampak: Sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) atau 103 jiwa di Dusun II serta 40 KK di kawasan Perum Nelayan terdampak langsung.
Pengungsian: Sebanyak 12 KK dilaporkan harus mengungsi mencari tempat yang lebih aman.
Kerusakan Rumah & Fasilitas: Tercatat 12 rumah mengalami kerusakan berat, 55 rumah lainnya terendam lumpur, serta pagar sebuah pabrik durian turut rusak diterjang material banjir.
Jalur Trans Sulawesi Lumpuh
Selain merusak rumah warga, material banjir bandang berupa lumpur tebal dan batang-batang kayu terbawa arus sejauh kurang lebih 500 meter dan menutupi badan Jalan Trans Sulawesi. Akibat timbunan material tersebut, akses transportasi darat utama ini sempat mengalami kemacetan parah.
“Banjir sudah surut. Namun, Jalan Trans Sulawesi masih macet sepanjang kurang lebih 500 meter akibat timbunan lumpur dan kayu yang terbawa banjir,” jelas Rivai.
Penanganan Darurat dan Kebutuhan Mendesak
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Parimo, aparat TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Fokus utama saat ini adalah pembersihan material lumpur dan sisa kayu di badan jalan serta rumah warga agar aktivitas dapat kembali normal.
BPBD Parimo mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi para warga terdampak meliputi makanan siap saji, pasokan air bersih, tenda pengungsian, logistik penanggulangan bencana, serta percepatan normalisasi aliran sungai untuk mengantisipasi potensi susulan.(æ/red)





