
Lampung, BeritaTKP.com – Libur awal tahun 2026 di Provinsi Lampung diwarnai serangkaian insiden tragis di destinasi wisata air. Dalam rentang 1 hingga 3 Januari 2026, lima pengunjung dilaporkan mengalami kecelakaan tenggelam di sejumlah lokasi wisata, dengan tiga orang meninggal dunia, satu korban dirawat intensif, dan satu lainnya berhasil diselamatkan.
Berdasarkan penelusuran sejumlah laporan kejadian, seluruh insiden terjadi di kawasan wisata alam yang ramai dikunjungi selama libur tahun baru. Mayoritas korban merupakan wisatawan lokal, termasuk anak-anak.
Peristiwa pertama terjadi di Air Terjun Way Lalaan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (1/1/2026). Dua bocah berusia 9 dan 10 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di aliran air terjun saat kawasan tersebut dipadati wisatawan. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan penyebab kematian akibat air masuk ke paru-paru yang menyebabkan korban kehabisan napas.
Aparat kepolisian masih memintai keterangan saksi, termasuk pengelola objek wisata, untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengawasan pengunjung.
Keesokan harinya, Jumat (2/1/2026), insiden serupa terjadi di Pantai Cukuh Batu, Kabupaten Tanggamus. Dua siswi sekolah menengah pertama terseret ombak saat berenang di laut. Satu korban berhasil menyelamatkan diri, sementara satu lainnya sempat tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, minimnya pengawasan, serta ketiadaan rambu peringatan diduga menjadi faktor pemicu kejadian tersebut.
Tragedi terakhir terjadi di Pantai Mandiri, Kabupaten Pesisir Barat. Seorang wisatawan bernama Rizal Wahyudi (29) dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang pada Sabtu sore (3/1/2026). Setelah pencarian selama tiga hari, Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada Senin pagi (5/1/2026) sekitar 15 mil laut dari lokasi awal kejadian.
Menanggapi rentetan insiden tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan di destinasi wisata air.
“Lonjakan wisatawan saat libur panjang belum sepenuhnya diimbangi kesiapan pengelola, terutama dalam aspek keselamatan. Ini menjadi catatan serius bagi kami,” ujarnya.
Pemerintah daerah berencana memperketat pengawasan serta meminta pengelola wisata untuk memastikan ketersediaan rambu peringatan, petugas penjaga, dan prosedur keselamatan demi mencegah kejadian serupa terulang.(æ/red)





