MALANG, Berita TKP.com – Sebuah kisah inspiratif sekaligus penuh haru datang dari sepasang kakak beradik yang berhasil mengubah nasib keluarga melalui pendidikan tinggi. Keduanya kini telah menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Kota Malang, keduanya lulus dengan predikat Cum Laude (Dengan Pujian), meski lahir dari keluarga sederhana. Ayah dan Ibu mereka, Bapak Imam beserta istrinya, sehari-hari hanya bekerja sebagai pekerja swasta tanpa penghasilan tetap, namun tak pernah lelah berjuang demi masa depan kedua anaknya.

Perjuangan ini dimulai jauh sebelumnya. Dengan segala keterbatasan yang ada, putri sulungnya, Ananda Vidia Alif Agrimahera, terlebih dahulu menuntaskan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 2014 dengan predikat Cum Laude. Keberhasilan itu menjadi bukti sekaligus teladan bagi adiknya, Alvaro Iqbal Agriawan, yang menyusul menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2020 dan melangsungkan wisuda pada tahun 2021 juga meraih predikat Cum Laude. Jarak waktu yang terjalin itu membuktikan bahwa semangat pantang menyerah dan ketekunan senantiasa terjaga kuat dalam keluarga ini.

Di tengah keterbatasan ekonomi yang dialami Bapak Imam dan Ibu, Vidia maupun Alvaro tak pernah menyerah. Mereka menjadikan setiap tetes keringat orang tua yang bekerja keras demi menyambung hidup sebagai penyemangat terbesar untuk terus belajar dan berprestasi. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa tekad yang kuat, ketekunan, serta doa yang tak putus mampu menembus segala keterbatasan dan rintangan.

Dalam pesan yang disampaikan Bapak Imam menyambut hari ulang tahun putra-putrinya pada tanggal 8 dan 10 Agustus, ia meluapkan rasa syukur dan kebanggaan yang tak terhingga.

“Kalian adalah anak-anak hebat yang mampu mengangkat derajat kami. Saya dan Ibu hanyalah orang tua yang bekerja sekuat tenaga tanpa kepastian penghasilan, namun kalian mampu melangkah lebih jauh hingga meraih gelar sarjana dengan pujian di perguruan tinggi negeri yang kami banggakan,” ungkap Bapak Imam dengan suara bergetar penuh haru.

Bapak Imam beserta Ibu turut berpesan agar putra-putrinya tetap menjadi pribadi yang rendah hati, bertanggung jawab, bermanfaat bagi sesama, dan senantiasa ingat bahwa kesuksesan ini adalah titipan yang harus dijaga dengan kebaikan dan kesalehan.

“Teruslah menjadi anak yang kuat, sholeh dan sholehah, mandiri, serta selalu membawa kebaikan ke mana pun kalian berada. Kami tidak meminta balasan harta, cukup melihat kalian berhasil dan menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama sudah lebih dari cukup bagi kami,” tambahnya.

Kisah Vidia dan Alvaro ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas: keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi, dan kasih sayang serta dukungan tulus dari orang tua adalah modal terbesar yang membawa kesuksesan yang abadi. Semoga langkah mereka ke depan senantiasa dalam lindungan Tuhan, membawa kebahagiaan dunia akhirat.(Imam)