tangkapan layar CCTV pria eksibisionis di Makassar. (istimewa)

MAKASSAR, BeritaTKP.com – Ruang publik bagi anak-anak kembali dinodai oleh aksi kejahatan seksual jalanan. Seorang pria tidak dikenal nekat melakukan tindakan eksibisionisme dengan memamerkan alat kelaminnya secara vulgar di hadapan dua anak perempuan di bawah umur. Insiden menyimpang yang terekam kamera pengawas (CCTV) ini memicu trauma mendalam bagi korban.

Pihak keluarga korban bergerak cepat dengan melaporkan bukti rekaman digital tersebut ke Polsek Tamalate guna memburu pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kronologi Kejadian: Diintai Pelaku Sejak Keluar Rumah

Peristiwa asusila ini terjadi di kawasan Jalan Tamalate 3, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu sore, 17 Juni 2026, sekitar pukul 16.30 Wita.

Ibunda salah satu korban berinisial AU, membeberkan runtunan kronologis peristiwa yang menimpa putrinya:

  • Aktivitas Korban: Korban awalnya keluar rumah untuk menjemput seorang temannya yang tinggal tepat di sebelah rumah. Keduanya kemudian berjalan beriringan di area gang pemukiman.
  • Pengintaian oleh Pelaku: Berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV milik tetangga, pelaku yang mengendarai sepeda motor matik berwarna hitam terpantau sudah mengintai dan memperhatikan gerak-gerik kedua bocah tersebut sejak mereka melangkah keluar dari halaman rumah.
  • Eksekusi Aksi Eksibisionis: Saat posisi kendaraan sudah sangat dekat dan melewati kedua korban, pelaku sengaja memperlambat laju motornya, membuka ritsleting, dan langsung mengeluarkan alat vitalnya dari dalam celana di hadapan wajah korban.

Refleks Trauma: Korban Lari Ketakutan dan Melapor ke Orang Tua

Mendapat paparan aksi tidak senonoh secara mendadak, korban tersentak kaget dan didera kepanikan hebat. Korban langsung mencengkeram tangan temannya dan berlari kencang menyelamatkan diri masuk ke dalam rumah.

Karena dilanda ketakutan dan syok berat, korban sempat terdiam beberapa saat di dalam kamar sebelum akhirnya berani mengadukan insiden tersebut kepada sang ayah sekitar 10 menit pasca-kejadian.

Aduan Polos Korban Kepada Sang Ayah:

“Ayah, ada itu orang di depan, laki-laki naik motor hitam. Dia kasih keluar burungnya,” tutur AU menirukan kalimat laporan putrinya yang ketakutan, Kamis (18/6/2026).

Mendengar pengakuan sang anak, ayah korban langsung naik pitam dan berlari ke luar rumah untuk melakukan pengejaran sepihak. Namun, upaya tersebut terlambat lantaran pelaku eksibisionis itu sudah memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dan kabur meninggalkan perimeter Jalan Tamalate 3.

Intervensi Polsek Tamalate dan Pendalaman Bukti CCTV

Tidak terima buah hatinya dijadikan objek pelecehan seksual, pihak keluarga korban langsung meminta salinan rekaman CCTV dari kamera pengawas tetangga sekitar yang menyorot jelas wajah serta plat nomor kendaraan pelaku. Laporan polisi resmi didelegasikan ke Mapolsek Tamalate pada hari yang sama demi kepentingan penyelidikan.

Merespons aduan keresahan masyarakat tersebut, penanganan taktis langsung digulirkan pada Rabu malam. Personel Bhabinkamtibmas Polsek Tamalate mendatangi kediaman korban untuk melakukan olah TKP awal serta menginterogasi ayah korban guna menyusun berita acara pemeriksaan.

Polisi memastikan akan melacak identitas pemilik kendaraan motor hitam tersebut melalui sistem data Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan kamera pemantau kota untuk segera meringkus pelaku sebelum memakan korban anak-anak lainnya. Pelaku terancam dijerat undang-undang perlindungan anak serta pasal pornografi/pornoaksi di muka umum dengan ancaman hukuman penjara.(æ/red)