Ngawi, BeritaTKP.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Ngawi Madiun memasuki Desa Prandon, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Minggu (2/10/2022) kemarin, pukul 18.00 WIB. Akibatnya, seorang pelajar asal Desa Tawun, Kasreman, Ngawi, Jawa Timur dikabarkan meninggal dunia usai terlibat kecelakaan dengan kendaraan roda empat.

Pelajar tersebut adalah Widodo Surya Saputra (16). Pada saat sebelum kecelakaan, korban mengendarai Honda Beat nopol AE 4381 JAB. Dia terlibat kecelakaan dengan Kijang Innova nopol AD 9378 ND yang dikendarai oleh Fendi Hermawan (29) warga Desa Sumyang, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah.

awal mual kejadian, Honda Beat melaju dari arah Ngawi Kota menuju Kasreman. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga karena jalanan yang licin membuat Honda Beat tergelincir. Pada saat kejadian yang sama, ada kendaraan Toyota Innova melaju dari arah berlawanan. Kerena tak bisa menghindari, kecelakaan pun terjadi. Akibatnya, Widodo meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya pun dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk kepentingan visum.

Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Djoko Winarto membenarkan terkait kejadian itu. Pun, menurut hasil olah TKP, pengendara Honda Beat selip ke kanan hingga akhirnya tertabrak Mobil Innova. “Kondisi cuaca gerimis, jalan agak licin diduga motor ini selip ke kanan hingga akhirnya tertabrak Mobil Innova ini. Korban posisi sendirian,” kata Djoko.

Sementara itu, Fendi Hermawan, sang pengemudi Innova mengaku dirinya sempat mengerem ketika melihat pengemudi Honda Beat selip ke kanan dan terjatuh. Namun, meski sudah direm kecelakaan tetap tak terhindarkan. “Saya sudah ngerem tapi tidak nutut. Saya dari Probolinggo mau kembali ke Klaten. Abis dari pondok pesantren mengantarkan adik saya,” kata Fendi.

Pihak polisi mendatangi lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban. Selain itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan turut diamankan pihak kepolisian. Saat ini kejadian tersebut dalam penanganan Unit Penengakan Hukum Satlantas Polres Ngawi. (Din/RED)