Batu, BeritaTKP.com – Akibat dari banjir bandang di Kota Batu Malang, membuat ratusan warga terpaksa harus mengungsi karena tempat tinggal mereka rusak diterjang oleh banjir bandang.
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan terdapat 10 di antara 142 jiwa yang mengungsi di Gedung Kesenian Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Kemudian sebagian besar warga mengungsi di rumah saudaranya masing-masing.
“Sebanyak 142 jiwa itu mengungsi di rumah saudara, kerabat, dan keluarganya. Yang jelas ada 10 orang yang mengungsi di Gedung Kesenian Bumiaji,” kata Punjul saat di Posko BPBD Kota Batu, Jalan Raya Punten, Jumat (5/11/2021).
“Kami mengimbau agar masyarakat yang terdampak bisa tetap tenang, terutama anggota keluarga yang kini belum ditemukan. Untuk data terakhir, masih ada tiga warga yang masih dalam pencarian,” tambahnya.
Tercatat ada enam titik paling parah yang terdampak banjir. Sebagian besar berada di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.
“Kami sudah menetapkan status tanggap bencana, dengan begitu tim penanganan dan pemulihan tengah dibentuk saat ini,” ucapnya. Nantinya tim tersebut terdiri dari berbagai unsur seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan hingga personel TNI-Polri.
Menurut Punjul, bencan banjir bandang tersebut mengakibatkan 15 orang hilang. Enam di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit dan Puskesmas.
Sementara enam orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Dan tiga orang masih dalam proses pencarian. Dibantu TNI-Polri dan relawan kami masih fokus pencarian tiga korban itu,” tuturnya.
Sehari pascabanjir bandang, cuaca Kota Batu cerah berawan. Pembersihan material banjir berupa lumpur, batu serta batang kayu dengan alat berat berjalan cepat. Dua jembatan yang menjadi akses antardesa, yang sebelumnya tertutup material banjir kini telah dibersihkan.
Meski jalan sudah bisa dilewati, namun kendaraan tak bisa bebas melintas. Seperti jembatan di Dusun Gintung yang menghubungkan dengan Dusun Sambong, telah bersih dari material banjir bandang. Warga bisa melintasi jembatan yang merupakan akses utama, dengan berjalan kaki.
(k/red)






