Malang, BeritaTKP.com – kesabaran warga di sekitar zona tiga Kajoetangan Heritage, atau di dekat patung Chairil Anwar, bakal diuji dalam waktu dekat ini. Mereka akan merasakan dampak pembangunan proyek Kajoetangan Heritage untuk kedua kalinya.
Seperti diketahui, pada pembangunan sebelumnya, tepatnya di zona satu dan zona dua pada akhir 2020 lalu, Pemkot Malang memilih menutup sementara Jalan Basuki Rahmat. Saat itu, kemacetan di sejumlah ruas jalan menjadi tak terhindarkan. Ke depan, kemungkinan penutupan jalan bisa terulang lagi saat pembangunan zona tiga dimulai sekitar akhir bulan ini.
Peluang tersebut tetap ada mengingat pembangunan zona tiga Kajoetangan Heritage bakal berfokus pada perbaikan jalur pedestrian di Jalan Basuki Rahmat. Serta merombak batuan andesit di sekitar patung Chairil Anwar yang mulai kendur. Bila penutupan jalan itu benar-benar dilakukan, waktunya berpotensi lebih lama daripada sebelumnya. Sebab target penyelesaian pembangunannya lebih lama. Sekitar tujuh bulan, atau maksimal selesai pada akhir Desember 2022.
Menanggapi peluang tersebut, Mila Kurniawati, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kajoetangan mengaku bisa memaklumi jika pembangunan bakal membatasi beberapa akses warga. ”Intinya semua harus ada sosialisasi dulu, tapi sejauh ini kami belum mendapat informasi apa pun,” ujar dia. Mila menambahkan jika sejauh ini warga hanya perlu mendapat kejelasan gambaran proyek lanjutan tersebut.
Seperti akses mobilitas masyarakat hingga desain pembangunan. ”Semoga saja tidak sampai seperti dulu, hingga membuat warga merugi secara materi karena mobilitas terhambat,” harap dia. Saat pembangunan Kajoetangan Heritage zona satu dan zona dua, setidaknya ada 72 pelaku usaha di sana yang terpaksa merugi karena dilakukan penutupan jalan. Mereka harus bersabar sekitar dua bulan, karena jalan ditutup total.
Beranjak dari pengalaman tersebut, warga di sekitar proyek berharap pemkot melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Harapan tersebut salah satunya juga disampaikan Edi Hermanto, Ketua RW 9 Kampoeng Heritage, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Dengan adanya sosialisasi, dia menyebut setidaknya ada harapan bagi warga untuk melakukan aktivitas tanpa hambatan. ”Tapi saya optimistis pembangunan kali ini tanpa penutupan. Karena yang diperbaiki trotoar dan batuan andesit di sekitar patung. Di sana jarang dilintasi kalau tidak mendadak (ada kendaraan, red) yang putar balik,” paparnya. Dari pembangunan di zona satu dan dua, dia juga yakin bila pemkot bisa belajar banyak. Sebab saat itu banyak keluhan yang datang dari para pelaku usaha. (Din/RED)






