PROBOLINGGO, BeritaTKP.com –Seorang pria parubaya bernama Solehudin ,52, ditemukan tak bernyawa pada Kamis (3/3).

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di Dusum Calok Elang, Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo itu meninggal dengan cara gantung diri di bekas bangunan yang dijadikan kandang sapi.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban memang sudah lama mengalami gangguna mental dan berulangkali korban berusaha untuk melakukan aksi bunuh diri. Hanya saja, selalu berhasil digagalkan oleh pihak keluarganya.

Sekretaris Desa Asembagus, Rofi’i mengatakan, dirinya mengetahui peristiwa itu dari salah seorang keluarga korban. Ia lantas menuju tempat kejadian, dan ternyata jenazah korban sudah diturunkan oleh istri korban, Budi Atini ,46,.

“Saya sampai sudah ada di bawah jenazahnya,” katanya.

Rofi’i menjelaskan, berdasarkan cerita dari istri korban. Sebelum kejadian, Solehudin masih sempat melaksanakan ibadah sholat magrib berjamaah di masjid setempat, selanjutnya korban masih mengikuti tahlilan di rumah tetangganya yang beberapa waktu lalu meninggal dunia, dan setelah itu korban masih mengaji Al-qur’an di dalam rumahnya.

Usai membaca Al-Qur’an tersebut, korban sudah tidak ada di rumahnya. Hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dengan cara menggantung di bekas kandang sapi dekat dapurnya.

Mengetahui hal itu, Istri korban pun berteriak dan meminta tolong kepada anaknya serta keluarga yang lain untuk menurunkan korban.

“Tidak ada pamit dan tidak ada masalah keluarga,” katanya.

Sementara itu, Anggota Polsek Kraksaan, Bripka Mujiono mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, pihaknya tidak menemukan adanya tanda bekas kekerasan dalam tubuh korban. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi.

“Keluarga juga sudah membuat surat pernyataannya,” ujarnya. (RED)